-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Satgas Covid 19 dan Dinas Pendidikan Grobogan Cek Kesiapan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Satgas Covid 19 dan Dinas Pendidikan Grobogan Cek Kesiapan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka


GROBOGANTODAY - Tim Satgas Covid 19 Kabupaten Grobogan serta  Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan melakukan sidak kesiapan pembelajaran tatap muka. Yakni di SMA N 1 Wirosari  dan SMK N 1 Purwodadi.


"Nantinya ada 4 sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, yakni SMA N 1 Wirosari  dan SMK N 1 Purwodadi,MAN 1 Grobogan dan SMP N 1 Grobogan," kata Amin Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. 


Secara cermat,tim  ini memastikan sendiri satu persatu sarana prasarana dan prosedur harus memenuhi standar protokol kesehatan. Mulai pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan dengan air mengalir serta jalur keluar masuk kelas,ruang kelas hingga toilet.


“Pengecekan ini untuk memastikan apakah sarpras sekolah sudah memenuhi semua standar protokol kesehatan. Prosedurnya juga begitu. Kita ingin pembelajaran tatap muka nantinya lancar,” ungkap Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih, Selasa (30/3/2021).


Dari yang ada, lanjut Endang, yang perlu diperhatikan adalah tempat sarana cuci tangan lengkap dengan sabun dan air mengalir. Di samping itu,sekolah juga harus memperhatikan surkulasi udara ruang kelas, jarak tempat duduk serta jalur keluar masuk siswa jangan sampai menimbulkan kerumunan. 


"Sebaiknya jendela dibuka saja agar sirkulasi udaranya bagus. Disamping itu, siswa nanti juga harus memakai sarung tangan saat jam praktek karena peralatan komputer atau yang lainnya pasti dipegang bergantian," kata Endang usai melakukan sidak di SMK N 1 Purwodadi. 


Pemberlakuan belajar tatap muka di Kabupaten Grobogan sendiri, direncanakan menggunakan metode hybrid atau campuran. Yakni 50 persen kelas tatap muka dan 50 persen lagi kelas daring. 


"Kita siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.Semua kekurangan akan segera kita benahi. Kita akan menggunakan 7 ruang kelas dengan rata-rata per kelas akan diisi 16 siswa,pada kondisi  normal biasanya diisi 36 siswa. Jadi nanti yang masuk hanya 110 siswa saja dengan maksimal 4 jam pelajaran atau 2 jam.Tanpa istirahat,' ujar Sukamto, Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi. 


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Iklan Tengah Post