Maryoto,Memanfaatkan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak


TOROH - Semua orang tentu tahu jagung, tapi apakah semua tahu manfaat tanaman dengan nama latin zea mays ini?Sebagai bahan makanan pokok selain padi dan gandum, biji jagung memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mata, orang yang sedang diet, melancarkan ASI serta kesehatan gigi. Jagung memiliki beberapa kandungan seperti karbohidrat, vitamin A, B dan C, protein, serat dan zat besi.

Tak hanya biji jagung yang bermanfaat bagi manusia. Ternyata bonggol jagung pun memiliki beragam manfaat lain, seperti dikutip dari berbagai sumber.Jepang merupakan negara pertama yang memanfaatkan limbah jagung (bonggol) sebagai bahan pakan ternak. Jepang memanfaatkan teknologi dengan membuat pakan organik untuk ternak seperti sapi, kambing dan unggas.Bonggol jagung yang sudah kering kemudian digiling untuk dijadikan tepung kering. Tepung kering yang disebut concobu ini mengandung berbagai jenis asam amino, karbohidrat komplek, protein dan mineral seperti zat besi, mangan. Sumber nutrisi ini sangat penting bagi pencernaan hewan.

Di Dusun Kleben,Desa Plosoharjo,Toroh, Grobogan ,Jawa Tengah,seorang peternak bernama Maryoto(34) berusaha mengembangkan teknologi tersebut.Memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternak.Karena ketersediaan pakan hijauan berupa rumput sebagai pakan utama dalam penggemukan kambing atau domba sangat bergantung kepada musim. Ketika musim hujan, rumput mudah diperoleh. Namun sebaliknya pada saat musim kemarau, rumput lebih sulit dijumpai.sangat sulit untuk mencari lahan sebagai tempat gembala ternak, tidak tersedia pakan rumput hijau pada saat musim kemarau." Biasanya saya  memanfaatkan pakan hijaun yang bergantung pada rumput yang tumbuh liar di sekitar lingkungan saja,sehingga pakan ternak tersebut kadang-kadang berkurang jumlahnya pada saat musim kemarau tiba. Untuk itu, saya berusaha belajar memanfaatkan hasil sisa pertanian sebagai pakan ternak," ringkasnya.

Tak hanya memanfaatkan bonggol jagung saja,dia juga memanfaatkan limbah yang lainnya,seperti tebon jagung,tumpi jagung/kawul,kulit kacang hijau dan batang kacang hijau."Semua limbah tersebut digiling menjadi halus,kemudian dicampur dengan takaran khusus.Untuk menambah protein,setiap 100 Kilogram bonggol jagung diberi gilingan jagung 10 Kilogram,"jelasnya.

Maryoto menjelaskan,campuran konsentrat tersebut bisa langsung diberikan kepada hewan ternaknya.Namun jika ingin lebih tahan lama,konsentrat tersebut harus difermentasi."Fermentasi dapat menurunkan serat kasar dan sekaligus meningkatkan kecernaan bahan pakan berserat. Proses fermentasi bertujuan menurunkan kadar serat kasar, meningkatkan kecernaan dan sekaligus dapat meningkatkan kadar protein kasar,"jelasnya.

Saat ini,Maryoto memiliki kambing sebanyak 30 ekor kambing.Dia mengaku sangat terbantu dengan pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternaknya."Selain mengandalkan rumput di lahan sendiri,pengolahan limbah pertanian memang sangat membantu," tuturnya.(IRE)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel