Pengunjung Melonjak Setelah Jadi Desa Wisata


GROBOGAN - Semenjak dilaunching menjadi desa wisata, Kamis(27/10/2016), jumlah pengunjung di Desa wisata Banjarejo mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Rata-rata per minggu,jumlah pengunjung sekitar 300 orang.

Ini diakui oleh pemilik rumah fosil Banjarejo,Achmad Taufik yang tak lain merupakan Kepala Desa Banjarejo sendiri, semenjak dilaunching oleh Bupati Grobogan desanya menjadi semakin ramai. “Kenaikan jumlah pengunjung sekitar 30 persen. Kalau hari biasa, didominasi anak sekolah yang mengerjakan tugas dari gurunya. Biasanya observasi fosil dan artefak,” jelasnya.

Taufik menambahkan,ada beberapa tempat yang ditawarkan desa Wisata Banjarejo, diantaranya rumah fosil, situs Medang, bekas pengeboran minyak Belanda, belajar kotek lesung serta simulasi,eskavasi dan konservasi. “ Untuk semuanya  kita kenai biaya 5 ribu rupiah, itu pun tidak wajib,kita sediakan kotak untuk partisipasi saja. Kecuali eskavasi dan konservasi ada biaya tambahan,” tuturnya.

Namun,akses jalan menuju desa wisata Banjarejo kondisinya cukup memprihatinkan. Jalan masih berlubang dan banyak kubangan saat hujan turun. Hal ini takkan berlangsung lama, akses jalan dari Kecamatan Ngaringan maupun Kecamatan Kradenan akan segera diperbaiki. Pemkab Grobogan akan mengucurkan dana sebesar 20 miliar untuk perbaikan jalan tersebut.

Alokasi anggaran tersebut dimasukkan dalam rancangan Kebijakan umum Anggaran dan prioritas Plafon APBD 2017.”Anggaran perbaikan akses jalan menuju desa wisata Banjarejo sudah kita anggarkan senilai 20 miliar. Saya telah meminta,perbaiakan ini dituntaskan tahun 2017,” jelas Sri Sumarni.

Saat meresmikan Desa wisata Banjarejo, Bupati Grobogan memang sempat berjanji akan  segera melakukan perbaikan akses jalan menuju desa wisata. “Disamping meningkatkan roda perekonomian,sekaligus menunjang perkembangan desa wisata,” pungkasnya.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel