Lahan Produksi Garam Jono Terendam Banjir



GROBOGAN - Puluhan hektar lahan pembuatan garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, terendam banjir akibat  luapaan air sungai Lusi. Hal ini berakikibat,  petani garam  tidak bisa memproduksi garam. sumur dan lahan pembuatan garam terendam banjir, akibatnya puluhan petani garam merugi puluhan juta rupiah.


Curah hujan yang cukup tinggi berakibat sungai Lusi kelebihan debit, hal ini mengakibatkan  anak sungai Lusi di Desa jono tidak mampu menampung debit air. Para petani garam terpaksa tidak bisa beraktivitas memproduksi garam, lantaran lahan untuk penjemuran garam  digenangi air banjir. “Sumur garam dan tempat penjemuran terendam air semua. Terpaksa libur dulu,” jelas Asrul, salah satu petani garam darat di Desa Jono.


Banjir juga merusak sejumlah tempat penjemuran garam, para petani hanya bisa pasrah menghadapi efek cuaca. Selama ini para petani garam mengandalkan  hidupnya dengan membuat garam dari air sumur, namun karena terendam banjir, air di sumur yang menjadi bahan baku pembuatan garam tidak bisa digunakan untuk produksi, petani tidak bisa beraktivitas membuat garam. Para petani memilih  merapikan sejumlah tempat penjemuran  garam yang rusak. “Air garam sudah bercampur dengan air biasa, jadinya tidak bisa dipakai,” tambah Asrul.


Menurut petani, banjir membuat aktivitas petani garam terganggu karena lahan terendam, sehingga biasanya petani yang mengandalkan pembuatan garam dari air sumur tidak bisa produksi. Akibatnya petani merugi puluhan juta rupiah. “Kalau begini tidak ada penghasilan,” pungkas Asrul.


Selain merendam puluhan hektare lahan pembuatan garam,banjir juga merendam puluhan hektare lahan tanaman padi yang siap panen disekitar anak sungai kali lusi. Para petani berharap,banjir segera surut sehingga bisa beraktivitas kembali.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel