Saturday, 3 December 2016

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Grobogan Nomor 1 se-Jawa Tengah


GROBOGAN - Acara Malam Renungan dalam rangka hari AIDS se-dunia yang berlangsung di aula Stikkes-Akbid Annur Purwodadi,Jumat(2/12), selain dihadiri oleh mahasiswa, juga dihadiri oleh perwakilan KODIM 0717 Purwodadi,PKBI Grobogan,Pijar dan KPA.

Pintam Ayu Yastirin,S.Si.T,M.Kes selaku Pembantu direktur I bagian Akademik Akbid An-nur Purwodadi dalam sambutannya,mengajak seluruh mahasiswa dan seluruh peserta untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap HIV-AIDS sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan penyakit ini. Melalui akses pengetahuan yang benar diharapkan masyarakat terhindar dari stigmatisasi yang salah terhadap ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS). Sebagai manusia, ODHA memiliki hak asasi manusia yaitu hak untuk hidup, hak untuk berserikat dan menyatakan pendapat, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan hak-hak dasar lainnya. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk melakukan diskriminasi apalagi isolasi sosial terhadap ODHA, karena untuk tertularnya HIV membutuhkan media penularan dan pintu masuk penularan. “HIV sebagai virus penyebab AIDS tidak ditemukan dalam keringat, urin, dan air ludah sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau berjabat tangan dengan ODHA. HIV hanya menular melalui darah yang tercemar HIV, cairan semen (air mani), cairan vagina, dan air susu ibu,” jelasnya.

Malam renungan ini digelar untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa yang dijauhi penyakitnya, bukan penderitanya/orangnya. Sehingga melalui kegiatan ini,pihaknya terus memberikan support semangat bagi para penderita HIV/AIDS.”Semua penderita haruslah diberlakukan sama dengan kita. Sehingga yang dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya,” paparnya.

Sutrisno,Sekretaris PKBI Grobogan dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya tentang tingginya angka penderita HIV/AIDS di Grobogan. “Hingga bulan September 2016, penderita HIV/AIDS di Grobogan berjumlah 828. Nomor 1 se- Jawa Tengah.Penderita didominasi usia produktif,” terangnya.

Pihaknya berharap, kedepan semoga semua elemen masyarakat lebih peduli lagi kepada penderita HIV/AIDS.Selain itu juga berharap jumlah penderita HIV/AIDS semakin berkurang.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan drama singkat yang menceritakan bagaimana ODHA mendapatkan perlakukan diskriminatif dari masyarakat, bahkan tidak sedikit tenaga kesehatan sekalipun masih banyak yang memiliki pemahaman yang salah tentang HIV-AIDS. Acara diakhiri dengan renungan bersama, bagaimana generasi muda menyikapi tentang HIV/AIDS.(ire)

0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com