Waspada Jalan Amblas Purwodadi-Pati


GROBOGAN – Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Grobogan membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati ambrol. Para pengguna kendaraan menuju arah Pati dan sebaliknya,  diimbau meningkatkan kewaspadaan. Ambrolnya jalan terjadi di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.“Kendaraan besar tidak bisa melintas, ambrolnya bahu jalan ini lumayan parah. Kalau tidak waspada, bisa terperosok,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.
Afandi menyatakan,  pihaknya sudah melangsungkan pengecekan lokasi dengan petugas dari UPT Bina Marga Provinsi Jateng. Selain melihat kondisi kerusakan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah rambu peringatan pada pengendara agar berhati-hati.“Jalan yang longsor ini memang jauh dari perkampungan. Jadi kalau malam agak gelap dan kerusakannya tidak kelihatan. Makanya, kita kasih rambu sementara untuk kewaspadaan pengendara,” cetusnya.
Sementara itu, Kasi Jalan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga wilayah Purwodadi, Purwadi saat dimintai keterangan menjelaskan, bahwa amblasnya jalan sudah dilaporkan ke Bina Marga propinsi Jawa tengah  untuk segera ditangani. “Kami sudah melaporkannya untuk segera memperoleh penanganan,” jelasnya.
Dari keterangan Kades Sumberjatipohon, Eni Endarwati mengatakan, longsornya bahu jalan di sisi timur itu sudah terjadi cukup lama. Kurang lebih sejak awal 2015 lalu. Awalnya, ruas yang longsor hanya sedikit dan terus bertambah luas lantaran guyuran air hujan dan banyaknya kendaraan yang melintas. “Longsornya sedikit-sedikit, lama-kelamaan semakin melebar,” jelasnya.
Pihaknya berharap jalan utama Purwodadi-Pati ini segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait. “Kasian kendaraan-kendaraan harus mengantri. Apalagi dalam kondisi gelap sangat membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.
Anton(45), salah satu sopir truk  yang  setiap hari melintasi jalan Pati-Purwodadi ini  mengaku cukup terganggu dengan kondisi jalan yang longsor. “Jalannya tinggal separo, jadi harus mengantri kalau lagi jam-jam ramai,” keluhnya.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel