Diminta Libur, Warga Dianiaya Oknum Galian C





GROBOGAN - Berharap jalanya tidak dilalui truck muatan tanah galian c, seorang warga di Grobogan malah jadi sasaran penganiayaan. Padahal warga hanya berharap aktivitas berhenti beberapa hari saja, untuk memperbaiki jalan secara swadaya oleh warga. Namun sejumlah oknum justru melakukan penganiayaan dan perusakan handpone, saat beberapa pemuda sedang berada di sebuah warung.

Penganiayaan yang diduga dilakukan beberapa orang dari pihak galian c di Desa Genengadal, Kecamtan Toroh, terekam dalam  video berdurasi 3 menit. Video ini setidaknya menggambarkan tentang beberapa oknum yang marah-marah dan mendatangi sebuah warung. Setelah itu, salah seorang warga yang datang kemudian ditarik dan di dorong-dorong hingga terjadi adu mulut. Namun ketika para oknum ini sadar bahwa direkam menggunakan kamera handpone, mereka berbalik mendatangi sang perekam bermaksud untuk merebut kamera hingga terjadi pergulatan.

Akibat kejadian yang menimpa Alvian, pakainya rusak dan sobek-sobek. Tidak hanya itu saja dirinya juga menerima luka disejumlah tubuhnya akibat cakaran dari oknum tersebut. Bahkan sebuah handpone miliknya mengalami kerusakan lantaran terjatuh saat terjadi perebutan.”Tadi saya mencoba merekam saat Mbah Dul mau diserang. Malah HP saya mau diminta, terus saya dipukuli kayak gini,” jelasnya sambil menunjukkan Handphonenya yang rusak.


 Mendengar kabar tersebut, puluhan warga lainya langsung berkumpul di kampung. Pihak orang tua korban tidak terima dengan perlakuan yang diterima oleh sang anak. Warga menganggap pihak kowari atau galian c seolah mau menang sendiri. Sebelumnya sudah berjanji jika nanti akses jalan yang rusak akibat lalu lalang kendaraapengangkut tanah akan diperbaiki. Namun hingga kini belum juga diperbaiki, bahkan saat warga hendak memperbaiki jalan secara swadaya, pihak kowaripun enggan untuk libur beberapa hari.”Saya harap pihak galian c mau bertanggung jawab,” jelas endang Rusminingsih.


Akibat dari seringnya dilalui mobil pengangkut tanah tersebut, sejumlah drainase dipinggir jalan mengalami penyempitan lebar. Hal ini membuat seringnya banjir masuk kerumah warga saat hujan deras datang. Selain itu kondisi jalan yang semula sudah dibeton kini hancur dan berlubang. Warga berharap pemerintah desa dapat mengupayakan solusi terbaik untuk warga.

Hasil pertemuan antara warga dengan pihak galian c didapat truk kosong lewat jalur timur, sedangkan yang bermuatan lewat barat. “Kita hanya ingin warga bisa membangun dengan lancar. Ini juga berasal dari swadaya masyarakat,” jelas Widodo, panitia pembangunan. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel