Dana Desa Menjadi Stimulus Desa Layak Anak


GROBOGAN - Hak anak selama ini dinilai masih terampas. Mereka seharusnya bisa bermain, berkreasi, berpartisipasi, berhubungan dengan orang tua bila terpisahkan, kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang.Meski jumlahnya tak signifikan, namun hal itu masih saja terjadi di Kabupaten Layak Anak.

BP3AKB Grobogan terus mendorong terbentuknya Desa Layak Anak. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi terjadinya kekerasan pada anak-anak. Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lestariningsih mengatakan hal tersebut memang menjadi salah satu tujuan pembentukan desa layak anak. “Dengan adanya desa layak anak, minimal masyarakat bisa segera merespon dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga angka kasus kekerasan pada anak dapat ditekan,” ungkapnya,kemarin.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya desa layak anak memiliki gugus depan yang akan bertugas untuk memetakan kondisi anak-anak di wilayah desa tersebut.
Di dalamnya juga tim khusus yang bertugas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hak-hak anak.“Sehingga diharapkan muncul kesadaran untuk member perlindungan kepada anak-anak. Sekaligus mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif mau melapor jika terjadi kekerasan pada anak,” katanya menjelaskan.

Lestariningsih menambahkan bahwa penggunaan dana desa tak hanya digunakan untuk pembangunan fisik saja, melainkan juga memperhatikan kebutuhan anak, seperti arena bermain dan sudut baca untuk anak. “Saya harapkan setiap desa bisa memperhatikan itu. Jadi kebutuhan tumbuh kembang anak bisa diperhatikan,” jelasnya.

Saat ini, banyak fasilitas publik, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan masih diskriminatif terhadap anak. Hal ini bisa terlihat dengan tidak adanya arena bermain buat anak, pojok ASI di beberapa area publik. “Saya harap Kabupaten Grobogan benar-benar menjadi Kota Layak anak yang menjalar hingga seluruh desa,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel