Petani Keluhkan Harga Tembakau dari Mitra Petani Belum Keluar


PURWODADI- Walaupun sudah mulai panen, namun para petani tembakau varietas sampurna di Desa  Nambuhan belum menikmati hasilnya. Pasalnya, walaupun sudah sudah ada kerjasama dengan sebuah pabrik rokok, namun sampai saat ini harga tembakau kering belum juga keluar.  Demikian diungkapkan Maesyaroh, Salah seorang petani tembakau, warga RT 1 RW 5 Dusun Pulogendol Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi (14/8).

“Selama ini tembakau sudah bermitra dengan perusahaan rokok besar. Adanya itu cukup membantu para petani dalam memasarkan hasil panen tembakau mereka. Namun saat ini berapa harganya belum keluar,” tuturnya.

Menurut Teguh, petani yang lain, saat ini, harga tembakau varietas kamboja di pasaran per kilogram berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. Dengan umur tanaman kurang lebih 90-100 hari. “Kalau varietas lain memang saat ini sudah bisa jual. Namun untuk varietas sampurna ,  untuk panen kali ini belum keluar harganya. Bisa saja naik bisa saja turun ke Rp 25 ribu, karena kualitas banyak yang kurang bagus seperti tahun lalu. Karena ini banyak keriting, akibat dari jamur dan cuaca yang tidak menentu. Sebab sebelumnya intensitas hujan tinggi, malah jelang panen tidak ada hujan,” paparnya.

Menurutnya, satu petak, petani tembakau rata-rata bisa memanen sebanyak 5 hingga 6 kwintal daun tembakau. “Kalau  dikeringkan paling cuma jadi 2 kwintal saja. Biasanya kalau memetik setiap pekan sekali, secara bertahap,” jelasnya. 

Berbeda, Kepala Dinas Pertanian Edy Suryanto melalui Kasi Perkebunan, Suci mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan secara intensif kepada para petani tembakau, yakni dalam hal budidaya hingga pemasaran ataupun kemitraan. “Sekarang perajangan tembakau sudah secara mekanis, tak manual lagi. Adanya itu diharap mampu meningkatkan efektifitas dalam pengolahan pasca panen tembakau,” terangnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel