Pelaku Pembunuhan Sempat Ajak Pemandu Karaoke Sholat


PURWODADI- Tak ada yang menyangka, tiga orang yang sudah dua hari menginap di Hotel Harmoni Indah(HI) dan mengajak sholat pemandu karaoke  adalah seorang pembunuh. Di kamar hotel nomor 212 masih tertinggal  sebuah jaket warna merah hati dan sebuah Al Quran. “Orangnya tampak polos. Waktu maghrib sebelum penangkapan, salah seorang dari tersangka mengajak pemandu karaoke untuk sholat dulu,” tutur Indah, salah satu karyawan hotel.

Indah menambahkan, penangkapan terjadi cukup cepat. Dua tersangka di kamar hotel, sedangkan satu tersangka yang lain ditangkap di dalam ruang karaoke. “Sekitar pukul 19.30 menangkapnya. Kemudian mereka diborgol,” tuturnya.

Pengejaran pelaku pembunuhan dan pembuangan pasangan suami istri (Pasutri) Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53), Senin (11/9/2017) dikejar hingga ke persembunyian mereka di Kabupaten Grobogan.Tiga pelaku pembunuhan yakni Ahmad Zulkifli alias Zul, Eka 33 Ciamis, Jabar, St 46 Grobogan, Jateng, ditangkap saat bersembunyi di dalam hotel kelas melati Harmoni Indah (HI) yang ada tepat di batas Kota Purwodadi, Jawa Tengah. Ketiga pelaku, ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya, Polda Jateng dibantu Polres Grobogan, Selasa (12/9/2017).

Sutarto, warga Grobogan yang merantau ke Jakarta sejak 30 tahun lalu mengaku jengkel karena tidak diberi uang penghargaan atas 30 tahun bekerja. Pengakuan serupa juga di ungkapkan tersangka Eka. Tindakan nekat menghabisi mantan juragannya dikarenakan dua tersangka sakit hati.
“Sakit hati bekerja pabrik tutup tidak punya pekerja tidak diberi pesangon,” aku Sutarto, saat dimintai keterangan di RS Bhayangkara, Semarang.

Awalnya, tidak ada ide membunuh pasutri apalagi membuang jenazah keduanya.  “Ide Zul ketika berkumpul di Kreo Ciledug. Zul mengajak kita berdua ke rumah korban. Awalnya minta pesangon jadi kalau tidak dikasih ya kita rampok. Dari rumah sudah menyiapkan lakban, tali, sarung tangan yang dibeli di supermarket,” tambah tersangka.

Saat sampai di rumah juragan, majikan pria tidak ada di rumah . “Yang ada istri. Ketika masuk pertama Zul masuk duluan seperti sedang bertamu. Rencana mereka akan omong baik-baik, namun kemudian Zul dan memukul dan membenturkan dan dipukul besi. Tersangka Eka dan St mengikat tali dengan bedcover,” ungkap Kasubdit Ranmor Polda Metro AKBP Jaya Antonius Agus.

Saat sedang mengambil barang, pelaku mengetahui mantan majikan pria masuk ke halaman rumah. “Mengetahui sang suami datang . Terangka Zul menunggu di garasi. Bagitu masuk dihantam bagian kepala digeret dihabisi didalam rumah. Setelah tewas, korban dimasukan bagasi mobil Altis milik korban. Sebelum kabur pelaku menguras harta didalam rumah korban,” tambah Kasubdit Ranmor Polda Metro didampingi Karo Penmas Bidhumas Polda Jateng AKBP Agung Aris.

Usai mengambil barang, pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jawa Tengah.Dimana, dalam pelarian sempat berhenti di Pekalongan. Baru setelah dari Pekalongan, di Pekalongan, pelaku berencana meninggalkan Mobil Altis berisi mayat kedua korban.

Namun, rencana itu diurungkan pelaku dan memilih mengalihkan kemudi menuju Purbalingga. Dilokasi kejadian, janazah yang masih diikat badcover langsung diletakan di sungai.
Usai membuang janazah, pelaku kemudian mencari tempat persembunyian. Ditengah jalan, pelaku kemudian membelokan mobil untuk menjual emas hasil curian ke daerah Kudus. Emas 4 Ons yang diambil dari rumah mantan majikannya dijual pelaku Rp 100 juta.

Mendapatkan uang hasil penjualan emas, ketiganya melanjutkan perjalanan ke Grobogan yang juga rumah Sutarto. Tidak mampir ke rumah seperti Lebaran lalu, namun ketiga pelaku memilih berhenti di Hotel Harmoni Indah (HI). Di hotel HI, ketiga pelaku yang ingin bersembunyi dari kejaran polisi menyewa satu kamar yakni kamar nomor 212. Saat tim datang ke lokasi dua pelaku ditangkap di ruang karaoke sedang satu orang ditangkap di dalam kamar. (iya)



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel