TP4D Akan Panggil Rekanan Proyek Pembangunan Pasar Tegowanu


TEGOWANU, Grobogantoday.com - Runtuhnya kerangka beton teras Pasar Tegowanu mengagetkan semua pihak, begitu juga TP4D (Tim Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan). TP4D pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. TP4D secepatnya akan memanggil PT Reksanata Persada selaku rekanan dan dinas terkait untuk meminta klarifikasi terkait kejadian tersebut. Demikian diungkapkan Wisnu Respati, Pasi Intel Kejaksaan Negeri Grobogan saat meninjau lokasi Pasar Tegowanu, Senin (9/7/2018). 


"Kita sudah lakukan pengawalan saat kegiatan pembangunan pasar Tegowanu.  Tidak ada kendala, hanya keterlambatan saja. Permasalahan Teknis sudah ditanyakan langsung ke ahlinya, sudah sesuai. Kita tidak menyangka, bisa terjadi seperti ini. Kita tetap akan memanggil pihak rekanan dan Dinas terkait, minta klarifikasi," ujarnya.




Wisnu menambahkan, pembangunan Pasar Tegowanu menelan anggaran senilai Rp 5,82 M yang bersumber dari APBN. Saat ini, proyek pembangunan belum diserahterimakan dan masih dalam proses pemeliharaan. 


Sebelumnya, diduga dikerjakan secara asal-asalan, baru ditempati selama tiga bulan, kerangka beton teras pintu masuk Pasar Tegowanu yang dikerjakan oleh PT Reksanata Persada runtuh, Minggu (8/7/2018) sekitar pukul 13.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun  kios yang berdekatan dengan lokasi runtuhnya teras  terpaksa tutup karena takut terjadi runtuh susulan. 




Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogantoday.com, runtuhnya kerangka beton  teras pintu masuk Pasar Tegowanu  terjadi saat kondisi pasar sepi, saat pedagang sudah tidak berada di pasar. Menurut Edi Joko Mulyono, Kepala Pasar Tegowanu, runtuhnya kerangka beton  teras pintu masuk  diawali dengan runtuhnya plafon, Minggu (8/7/2018) dini hari. "Sebelumnya saya mendapatkan laporan dari penjaga pasar bahwa plafonnya ambrol. Malah kemarin siang ambrol semuanya,"  jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/7/2018). 



Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan dan sudah ditindaklanjuti dengan mengecek kondisi runtuhan. "Setelah saya laporkan, Kadinas langsung cek lokasi semalam(red: Minggu (8/7))," katanya.



Edi menambahkan Pasar Tegowanu dikerjakan oleh PT Reksanata Persada,menghabiskan dana sebesar Rp 5,82 Miliar yang bersumber dari dana APBN dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. 



Silfi, pedagang emas di Pasar Tegowanu mengaku cukup khawatir dengan ambrolnya teras pasar.Kios pasar baru ditempati sekitar tiga bulan oleh para pedagang. Ia berharap dinas terkait segera mengambil langkah perbaikan. "Kejadiannya pas gak buka. Saya berharap segera diperbaiki,"  jelasnya. (RE) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel