-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Cucu di Karangrayung Pukuli Neneknya Hingga Tewas

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Cucu di Karangrayung Pukuli Neneknya Hingga Tewas

Petugas kepolisian melakukan olahraga TKP. 

GROBOGANTODAY - Diduga alami gangguan jiwa, AW(16) seorang cucu di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan tega menghabisi neneknya, Sabtu(23/4/2022) sekitar pukul 01.30 WIB. Kedua mata korban mengalami pembengkakan serta hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. 


Korban diketahui bernama Sariyem(73), warga Desa Karanganyar RT 3 RW 3.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Grobogan Today, kejadian pertama kali diketahui oleh Kahar (60),  warga Desa Ketro, Karangrayung. Ia baru pulang dari warung angkringan  dengan berjalan kaki melewati jalan kampung samping rumah korban. Kemudian ia  dipanggil oleh pelaku dan diberitahu bahwa pelaku telah memukuli neneknya hingga meninggal dunia.


Kahar lantas  mengecek kebenarannya. Ia langsung melihat ke dalam rumah korban. Ia melihat korban dalam keadaan terluka, tergeletak tidak bergerak di lantai rumahnya.


Melihat kejadian tersebut,  ia langsung keluar memberitahu Ketua RT setempat di rumahnya. Keduanya mendatangi rumah korban dan melihat kondisi korban dan memberitahu kejadian tersebut kepada Kepala Desa setempat dan diteruskan ke Mapolsek Karangrayung.


Namun kondisi pelaku yang sebelumnya sehat, mengalami luka di bagian leher kiri. Dimungkinkan pelaku melukai dirinya dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku dilarikan ke Puskesmasmas Karangrayung 1  dan dirujuk ke RSUD Purwodadi  untuk mendapatkan perawatan yang intensif.


Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Grobogan Subandi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa. 


”Kami sempat mengantar pelaku ke RSJ Amino Gondo Utomo Semarang, sekitar September 2021. Pelaku termasuk kategori ODGJ berat. Selama ini ia hanya tinggal bersama neneknya,” jelasnya.


Dengan kejadian tersebut, ia berpesan kepada warga agar lebih memperhatikan ODGJ atau eks psikotis yang ada di lingkungannya.


Meski pelaku sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soedjati Purwodadi dan sempat dibawa ke Ruang Rosella (khusus ODGJ). Namun, kondisi pelaku masih mengalami perdarahan yang masif.


”Akhirnya dimasukkan ke ICU karena perdarahan terus menerus. Karena diduga trakeanya terkena sayatan,” ungkapnya. 

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post