Keluarga TKI Diamputasi Akan Diberangkatkan ke Taiwan




GROBOGAN -  Keluarga TKI asal Grobogan yang mengalami kecelakaan kerja di Taiwan yang kaki kanannya harus diamputasi akhirnya difasilitasi PT Diavi Man Power selaku pengirim TKI. Saat ini bapak korban, Jayus, sudah berada di Jakarta untuk mengurus pemberangkatannya ke Taiwan untuk menjenguk putranya.

Demikian diungkapkan Siti Nur Khayati, ibu korban saat ditemui di rumahnya, Senin(10/4). Menurut Siti, anaknya sudah beberapa kali kerja diluar negeri. Selain di Taiwan, putra sulungnya ini juga pernah kerja di Negeri Jiran. “Pertama kali kerja di Malaysia sebagai kuli bangunan, selama 2 tahun,” jelasnya.

Setelah bekerja di Malaysia, Zudi Prasetyo berangkat ke Taiwan melalui PT ISA.”Selama tiga tahun Zudi kerja disana. Tahun 2015 pulang ke tanah air , setelah delapan bulan di rumah berangkat kembali ke Taiwan,” jelas Siti.

Siti menambahkan, saat ini kondisi putranya sudah bisa diajak komunikasi, walaupun masih terbatas. “Teman-temannya mengabari kalau Zudi sudah mulai membaik. Walaupun dengan isyarat, sudah bisa komunikasi,” tuturnya.

Kabid Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan, Hadi P, saat ditemui di kantornya menjelaskan, bahwa pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari BP3TKI . Namun pihaknya telah memastikan korban kecelakaan kerja di Taiwan tersebut adalah warga Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. “Kami telah datang ke rumah korban di Desa Sindurejo. Kami bertemu ibu korban. Dan memang benar TKI tersebut adalah warga Grobogan,” jelasnya.

Namun Hadi menyayangkan prosedur keberangkatan Zudi Prasetyo yang tidak melalui Disnakertrans. Hal ini diketahui pihak dinas setelah melakukan pengecekan data. Nama Zudi Prasetyo tidak tercatat pada daftar TKI asal Grobogan di Taiwan. “Bisa jadi Zudi tidak melengkapi persyaratan administrasinya disini. Hal inilah yang akan merepotkan TKI saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Hadi menghimbau, agar seluruh calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri melengkapi administrasi di daerah masing-masing. Hal ini untuk mempermudah jika TKI mengalami permasalahan di negara dimana mereka bekerja. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel