Nasib Petani Garam Desa Jono


GROBOGAN - Nasib berbeda dialami dua produsen garam di Jawa Tengah. Dimana, pemerintah Jawa Tengah tahun 2017 berencana membangun lima pabrik garam, guna memenuhi kebutuhan garam nasional.Dalam tahap awal, direncanakan baru dua pabrik yang masuk tahap uji kelayakan. Rencana pembangunan dilakukan didaerah Pati dan Rembang.
Di sisi lain, keberadaan petani garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan belum pernah tersentuh program modernisasi industri. Bahkan, aset yang bisa diolah menjadi tempat wisata itu, belum ada sentuhan baik dari segi industri garam maupun wisata.

Kasrul, salahsatu petani garam daratan di Desa Jono, mengaku, selama ini belum pernah ada perhatian bagi petani garam di desanya.Karenanya, ratusan kilogram garam pun dihasilkan dengan cara tradisional. "Kami mengeringkan dengan Klakah. Tidak ada perhatian dari pemerintah. Semua dikerjakan secara manual," ungkap pria yang bekerja memanfaatkan air yang keluar keluar dari lubang tempat keluarnya ular raksasa Joko Linglung, anak dari Ajisaka, Raja Medang Kamulan.

Air hangat, tanpa bimbingan ,oleh ratusan petani garam dikeringkan untuk membuat garam kristal . "Disini semua jalan sendiri. Ada yang akan bangun tempat permandianpun dibangun sendiri. Tapi disini sering ada tamu mahasiswa dari Yogyakarta yang belajar," tambahnya.

Terkait industri garam, Pemprov berencana membangun di Kabupaten Pati dan Rembang. Masing-masing pabrik, akan didirikan di areal lahan seluas 15 hektare. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, pilihan  lokasi pabrik garam bermutu di Jawa Tengah berdasarkan masukan dari para pakar teknologi. “Satu pabrik butuh dana Rp10 miliar. Tujuannya, agar garam rakyat bisa tumbuh lebih baik,” kata Ganjar.

Secara bertahap, petani garam mulai dialihteknologikan ke geomembram dan ulir filter.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel