-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Bantuan Non Tunai di Delapan Kecamatan Sudah Cair

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Bantuan Non Tunai di Delapan Kecamatan Sudah Cair


PURWODADI-Dinas Sosial Kabupaten Grobogan mulai menyalurkan dana bantuan sosial atau bansos non tunai untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dana bantuan sosial tahap pertama diberikan kepada 23.732 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berdomisili di 8 Kecamatan, yakni Purwodadi, Grobogan, Toroh, Kradenan,  Wirosari, Ngaringan, Pulokulon dan Karangrayung.
“Dana bansos non tunai tersebut diserahkan oleh pemerintah lewat BRI yang ditransfer ke masing-masing rekening PKH,” ungkap Abdullah Zaini, Koordinator PKH Kabupaten Grobogan.

Ia menjelaskan, PKH merupakan bantuan tunai bersyarat untuk masyarakat miskin. Datanya berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Di Kabupaten Grobogan sendiri terdapat 40.925 KPM yang tersebar di 19 kecamatan.“Dalam tahap pertama ini, baru 8 kecamatan yang memperoleh penyaluran dana PKH non tunai.” jelasnya kepada Gobogan Today.

Ia berharap, dengan adanya bansos non tunai ini tingkat kemiskinan yang ada di Grobogan bisa berkurang. Dana bansos non tunai ini  bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dimana masyarakat bisa menerima bantuan secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas.

Ia memaparkan, penyaluran dana bansos PKH non tunai tersebut sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Setiap dana bantuan sosial dan subsidi tujuannya agar diintegrasikan dalam satu kartu. Disalurkan secara non tunai lewat jasa perusahaan jasa perbankan nasional.“Sistem tersebut dimaksudkan untuk memudahkan kontrol, pemantauan, dan memenuhi syarat penyaluran, yaitu tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah. Disini kita bekerja sama dengan BRI,” paparnya.

Proses peralihan penyaluran tunai ke non tunia ini mengakibatkan terjadinya keterlambatan peralihan data di pusat, sehingga penyaluran PKH untuk bulan November- Januari mengalami keterlambatan. “Saat ini baru 8 kecamatan yang sudah terdata. Sedangkan 11 kecamatan yang lainnya masih harus menunggu data dari pusat,” pungkasnya. (iya)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post