Minat Transmigrasi di Grobogan Cukup Tinggi


PURWODADI-Ingin memperbaiki kesejahteraan hidupnya, sebanyak 6 keluarga yang berasal dari beberapa desa  di Kabupaten Grobogan mengikuti program transmigrasi yang diselenggarakan pemerintah. Akhir tahun ini, mereka akan diberangkatkan menuju daerah tujuan transmigrasi yang telah dipersiapkan. Hal itu disampaikan Kasi Penempatan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Achmad Zamroni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/57). “Propinsi Jawa Tengah hanya mendapatkan jatah 150 keluarga. Jatah Kabupaten Grobogan untuk program transmigrasi tahun ini hanya 6 keluarga saja,” jelasnya.

Enam keluarga ini nantinya ditempatkan di lokasi yang berbeda. Empat keluarga nantinya akan ditempatkan di daerah Sepunggur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Sedangkan 2 keluarga lagi ditempatkan di kawasan Kalibera, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. “Untuk yang di Sulawesi, merupakan program dari kementrian. Sedangkan yang di Kalimantantan merupakan program dari propinsi,” ungkapnya.

Achmad Zamroni menambahkan, peminat program transmigrasi di Grobogan masih cukup tinggi. Namun, kuota yang ditetapkan pemerintah terbatas. Hingga pihaknya hanya bisa memberangkatkan 6 keluarga saja. “Tahun ini, hanya 6 keluarga saja yang dapat. Tahun lalu ada 20 keluarga yang berangkat transmigrasi,” katanya.

Di lokasi transmigrasi nanti, para transmigran akan memperoleh tempat tinggal sekaligus lahan pertanian untuk usaha mereka. “Untuk luasan tanah yang disediakan memang berbeda. Untuk yang di Sulawesi mendapatkan lahan 2 hektar, sedangkan di Kalimantan hanya 1 hektar saja,” tambahnya.

Sebelum diberangkatkan, para calon transmigran mendapatkan beragam pembekalan materi untuk persiapan di lokasi transmigrasi, antara lain, bidang pertanian, peternakan, pertukangan, kesehatan, aturan serta kebijakan transmigrasi dan bimbingan mental keagamaan. “Selain ketrampilan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kondisi tempat tujuan berikut budaya dan tradisi masyarakat setempat,” imbuhnya.

Calon transmigran,Ngasimin(38), warga Dusun Pulo, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon mengaku ingin ikut transmigrasi karena ingin memperbaiki kesejahteraan hidupnya. Bapak dua anak ini tertarik ikut transmigrasi karena mendapatkan lahan yang luas untuk pertanian. “Disini saya gak punya tanah sendiri. Anak sudah mulai besar, sedangkan kebutuhan juga semakin meningkat. Mengandalkan kerja serabutan cukup berat. Jadio saya bulatkan tekad untuk ikut transmigrasi,” ungkapnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel