-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Realisasi Penggunaan Dana Desa Belum Maksimal, Warga Jetaksari Datangi Kades

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Realisasi Penggunaan Dana Desa Belum Maksimal, Warga Jetaksari Datangi Kades


PULOKULON- Takut dana desa tahap II tidak bisa cair karena belum ada realisasi penggunaan dana desa tahap I, membuat BPD Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon bersama tokoh masyarakat mendatangi kades setempat di balai desa, kemarin. Dari 4 titik yang akan dibangun menggunakan dana desa, baru satu titik yang sudah selesai, satu titik baru saja mulai dan dua titik yang lain belum ada aktifitas. Demikian diungkapkan Ketua BPD Jetaksari, Ririn Puji Dwi Haryani.

“Kita sampaikan aspirasi masyarakat tentang dana desa tahap I, sudah cair kenapa belum ada realisasi. Seharusnya tanggal 25 Agustus sudah laporan untuk pencairan dana desa tahap II, jadi warga khawatir dana desa tidak cair. Makanya kami undang dari kecamatan, Bapermas dan kepala desa untuk menjembataninya,” tuturnya.

Supriyono, tokoh masyarakat yang ikut hadir menyampaikan bahwa saat ini tidak ada keterbukaan dalam penggunaan dana desa. Selama ini  warga tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Tidak ada akses informasi yang bisa diakses warga untuk memperoleh informasi tentang penggunaan dana desa. “Kami sudah mencoba bertanya kepada BPD, namun BPD juga tidak bisa memberikan informasi tentang dana desa. Harusnya ada infogratis di beberapa titik yang  bisa kita lihat,” tuturnya.

Prihantono Sunar, Tenaga Ahli dari Bapermas menjelaskan bahwa harus ada pelibatan warga dalam penggunaan dana desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Pemdes harus proaktif memberikan informasi kepada warga. “Disini warga telah aktif dalam pengawasan penggunaan dana desa. Untuk infografis, seharusnya pihak desa menyediakan. Saat ini kepala dinas membuat kebijakan, jika tidak memasang infografis maka dana desa tidak akan dicairkan,” terangnya.

Kades Jetaksari Ahmad Nur Solikin yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan penggunaan dana desa tahap I. Ia berjanji akan segera menyelesaikan seluruh proyek yang belum dikerjakan. “Pencairan dana desa mepet, sebelum lebaran kemarin baru cair. Jadi ada keterlambatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, akan lebih terbuka tentang pemanfaatan dana desa. Sesegera mungkin ia akan membuat infografis yang bisa menjadi akses informasi untuk warga. “Paling dua hari ini infografis akan segera saya buat,” tuturnya.

Keterlambatan  realisasi penggunaan dana desa tahap I ini disinyalir karena ada intervensi dari kades terhadap penyedia barang agar mengirim material di satu titik hingga proyek selesai, baru mengirim ke titik yang lain. “Permasalahan sudah tahu. Yang penting sekarang pihak penyedia barang segera mengirim material ke titik yang akan dibangun. Sedangkan TPK harus segera bekerja,” tutur Kamal, perwakilan Kecamatan Pulokulon. (iya)
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post