Kualitas Data Statistik Ditentukan Kejujuran Warga


PURWODADI- Melalui peringatan hari statistik nasional yang jatuh pada tanggal 26 September, diharapkan bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya statistik.Badan Pusat Statistik (BPS) sangat mengandalkan peran responden atau masyarakat untuk menentukan kualitas data yang akan disuguhkan ke para pengguna. Demikian diungkapkan Kepala BPS  Kabupaten Grobogan,  Rahmadi Agus Santosa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa(26/9).

Rahmadi menerangkan, selama ini masyarakat awam mengenal petugas statistik sebagai petugas sensus. Masyarakat belum tahu arti pentingnya statistik. Perpustakaan bisa menjadi salah satu indikator pemanfaatan hasil statistik tersebut. “Jumlah pengunjung perpustakaan bisa menjadi salah satu tolak ukur pemanfaatan data,” tuturnya.

Diharapkan,  masyarakat dan pihak terkait dapat memahami cara kerja BPS.  "Jadi akurat atau tidak data dari BPS, sebenarnya berasal dari masyarakat juga sebagai pihak pemberi informasi. BPS tidak mungkin memiliki data berkualitas kalau tidak ada kerja sama dengan responden. Kalau data tidak benar, data yang disajikan salah, dan akhirnya kebijakan yang diambil meleset. Jadi responden merupakan elemen penting menghasilkan data berkualitas," ucapnya.

Menurutnya, akurasi data berasal dari dua pihak, pihak BPS sebagai yang melakukan survei dan pihak masyarakat sebagai sumber informasi. Melalui acara tersebut, Teguh berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjawab jujur dan apa adanya pada setiap survei yang dilakukan BPS. "Supaya hasil yang didapat bisa sesuai dengan kondisi lapangan, dan para pengambil keputusan juga dapat mengambil kebijakan yang tepat," tambahnya lagi.

Agar kualitas data benar-benar sesuai yang diinginkan. Pihaknya selalu mengupayakan dari perencanaan, petugas yang turun kelapangan hingga memberikan pelatihan kepada petugas agar memilikiskill yang mumpuni. Sedangkan masalah eksternal, yakni responden, dengan memberikan pengertian akan kegunaan statistik tersebut. “Biasanya perusahaan-perusahaan sering menutup-nutupi jika diminta data,” tambahnya.

Menurutnya, untuk menghasilkan sebuah data statistik, BPS harus menempuh perjalanan panjang. Mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan, pengolahan data, sampai dengan kearsipan. "Dalam mengumpulkan dan melaporkan data, kami menjunjung tinggi kualitas dengan memperhatikan relevansi data, keakuratan, ketepatan waktu, aksesibilitas, keterbandingan," jelasnya. 

Pengguna data BPS antara lain pemerintah  daerah, asosiasi atau pengusaha, akademisi, dan lainnya. Ia  meminta kerja sama masyarakat yang merupakan responden dalam sebuah proses pengumpulan data. Seperti pada Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), maupun survei lainnya yang diselenggarakan BPS. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel