Kungkum 10 Suro di Pemandian Jatipohon Dipercaya Awet Muda dan Cepat Dapatkan Jodoh


GROBOGAN- Warga Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan,Grobogan,Jawa Tengah memiliki sebuah tradisi yang masih tetap terjaga hingga saat ini.Setiap 10 Suro/Muharram, warga menggelar mandi atau kungkum bersama di pemandian Jatipohon.Ritual ini dipercaya warga bisa membuat awet muda. Demikian diungkapkan Kades Sumberjatipohon, Eni Endarwati.“Ritual ini tak hanya diikuti  orang tua saja, namun  anak-anak juga mengikutinya. Di tengah dinginnya angin malam, mereka mandi pada tengah malam  sebagai ajang ritual untuk mandapatkan keberkahan," ungkap Kades perempuan yang sangat aktif mempromosikan wisata di desanya.

Eni sudarwati menjelaskan, secara turun temurun tradisi kungkum di malam sepuluh suro masih dilakukan masyarakat desanya. Warga  akan mengikuti setiap prosesi yang dilakukan. Mulai dari arak-arakan barongan, makan ingkung atau daging ayam bersama-sama hingga mandi bersama-sama. “Sebelum kungkum, terlebih dahulu diadakan doa bersama dan tabur bunga di pemandian,” ungkapnya.

Kedatangan mereka tidak hanya sekedar mandi, namun mereka mempercayai bahwa dengan mandi dan berendam di malam sepuluh sura akan membawa berkah tersendiri bagi mereka. "Ini tergantung masing-masing saja. Namun kita berupaya untuk memelihara tradisi nenek moyang kita. Selain itu untuk menarik wisatawan datang kesini," ungkapnya.

Kolam ini merupakan bekas bangunan di jaman kolonial Belanda.Tidak saja warga Jatipohon, dulu dijaman belanda juga nonik-nonik belanda juga memanfaatkan air yang terasa dingin kendati musim kemarau untuk mandi. "Kami percaya mandi di malam sepuluh sura akan membawa berkah tersendiri seperti awet muda cepat mendapat jodoh menghilangkan penyakit rejeki lancar dan berbagai harapan warga  dicurahkan dimalam sepuluh sura tersebut," aku Beni warga yang ikut mandi.

Bella, salah seorang remaja yang ikut ritual mengaku, selain meramaikan tradisi kungkum di Jatipohon juga menjaga  tradisi di desanya yang selalu diikuti sejak kecil. "Tradisi turun temurun ini harus dipertahankan untuk membuat wisata Jati Pohon Indah makin ramai," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Nita Purnamasari, remaja yang juga ikut dalam tradisi kungkum mengungkapkan bahwa tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga merupakan sebuah tradisi yang wajib dilestarikan."Meskipun saat ini sudah jaman modern namun sebuah tradisi Jawa peninggalan leluhur harus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai generasi sekarang tidak tahu,” tuturnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel