Hebat, Siswi SD Asal Grobogan Ini Raih Juara 2 Menulis Nasional


WIROSARI, Grobogantoday.com -Lewat tulisan tangannya, "Indonesia menjadi negeri seribu pesawat terbang" Alfia Kirana Maheswari (10), gadis kecil dari desa terpencil di Grobogan, Jawa Tengah,  keluar sebagian juara 2 Festival Penulis Cilik SiDU 2018 tingkat nasional. Harapan agar Indonesia menjadi negara yang kuat dan mandiri dengan kemampuan memproduksi 1000 pesawat terbang, ia tuangkan dalam karya tulisnya. 

" Banyak Insinyur dari Indonesia bekerja di luar negeri untuk membuat pesawat terbang. Kenapa tidak membuat pesawat terbang di Indonesia saja," ungkap siswa kelas 5 yang baru kali pertama naik pesawat terbang saat berangkat ke Jakarta untuk memperoleh penghargaan ini. 

Saat ditemui Grobogantoday.com, dengan raut malu Alfia menjawab semua pertanyaan yang disodorkan kepadanya. Ia mengaku, untuk mendapat akses buku cerita anak maupun buku yang lainnya sangat sulit. Walaupun begitu ia tak pernah patah semangat. Saat-saat luang di rumah, ia selalu memanfaatkannya untuk membaca. Walaupun hanya membaca koran bekas pembungkus belanjaan saja. "Habis membaca biasanya saya salin di buku tulis. Biar makin mahir membaca dan menulis,"  ungkap gadis kecil yang hobi pelajaran matematika ini. 


Alfia yang saat ini tercatat sebagai siswi SD Negeri 1 Dapurno, Kecamatan Wirosari. Ia tinggal bersama sang nenek di rumah sederhana di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan. Ayah dan ibunya pun sudah tinggal terpisah. Sementara ayahnya, Joko bekerja serabutan. Sang ibu Siti juga hanyalah seorang buruh pabrik. 

Dalam kesempatan tersebut, selain mendapatkan pelatihan menulis dan tabungan pendidikan, Alfia berkesempatan bertemu dengan Andi F. Noya, seorang jurnalis kenamaan. “Saya tanya kepadanya, kenapa rambutnya botak. Katanya disuruh anaknya,” ungkap Alfia yang bercita-cita menjadi insinyur.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Dapurno, Sudarminah menjelaskan bahwa Alfia merupakan siswi yang pendiam, prestasi akademiknya biasa saja. Namun, suka membaca. "Di sekolah kami ada program literasi. Sebelum pelajaran dimulai, selama 15 menit siswa harus membaca buku dahulu,"  jelasnya. 



Dengan prestasi yang diraih salah satu siswinya tersebut, ia berharap akan bisa menjadi pemicu siswa yang lain untuk gemar membaca. "Semoga anak-anak yang lain jadi gemar membaca,"  ujarnya. (RE) 




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel