Bulog Siap Tampung Gabah Petani



GROBOGAN- Memasuki masa panen di Kabupaten Grobogan, Badan Urusan Logistik 104 Grobogan, Jawa Tengah menyatakan siap menampung semua jenis gabah atau beras hasil panen petani, namun harga disesuaikan menurut kualitasnya.
"Di kami ada ketentuan 15persen 'broken' (beras pecah). Tatkala broken yang dikirim kemudian lebih dari 20 persen itu akan kami sesuaikan harganya," kata Zufron,Kepala Gudang Perum Bulog 104 Grobogan, kemarin .
     
Dengan kebijakan tersebut, Zufron berharap semua produk gabah ataupun yang sudah diolah menjadi beras oleh petani semua bisa tertampung di gudang bulog.Menurut dia, selama kendala persyaratan spesifikasi yang muncul hanya sebatas kadar beras pecah (broken) bulog masih bisa menoleransi dengan harga yang disesuaikan."Kecuali kalau masalahnya adalah kadar air. Di bulog, standar kadar air untuk beras yang bisa ditampung atau diserap dari petani tidak boleh lebih dari 14 persen," katanya.

     
Zufron menjelaskan, masalah kadar air menjadi komponen yang sensitif bagi bulog, karena berpengaruh terhadap penyimpanan."Karena bulog ini kan paling tidak minimal akan disimpan selama tiga bulan. Kalau kadar air lebih dari 14 persen, akan sangat mungkin beras ini akan berubah warnanya," kata Zufron.
     
Untuk produk beras atau gabah dari petani yang masih memiliki kandungan air tinggi, Zufron mengatakan bulog akan aktif melakukan pembinaan.Salah satunya, kata dia, yakni dengan menyosialisasikan pentingnya proses pengeringan gabah sebelum diselep atau digiling sehingga menjadi beras."Kadar air tinggi biasanya karena pengeringan tidak tuntas. Minimal pengeringan itu tiga hari sebelum masuk penggilingan," katanya.
     
Zufron menjelaskan, saat ini harga pokok penjualan (HPP) gabah kering sawah yang ditetapkan pemerintah adalah Rp4.050 per kilogram dengan standar/ketentuan kadar air 14 persen dan hampa kotoran 7-10 persen.Namun apabila saat panen petani bisa memberikan gabah kering sawah dengan kadar air misal 14 persen dan hampa kotoran 4 sampai 6 persen, Zufron  memastikan bulog siap membelinya dengan harga lebih tinggi, yakni Rp4.200 per kilogram."Kalau kemudian ada yang bisa kadar air 14 persen dan hampa kotoran tiga persen, ya kami akan membelinya lebih tinggi hingga Rp4.650 per kilogram. Jadi sesuai saja di lapangan petani maunya berapa," kata Zufron.
     
Bulog sendiri mematok harga beras dengan nilai sesuai HPP pemerintah 2016, yakni Rp7.500 per kilogram dengan kadar air 14 persen dan butir patah 15 persen. Sedangkan untuk butir patah 20 persen yakni Rp 7.300 dan patah 25 persen dengan harga Rp 7.150.     
"Kita masih menggunakan HPP tahun 2016 karena HPP 2017 belum keluar.Kalau kemudian ada pedagang yang menawarkan harga yang lebih tinggi dibanding bulog, ya tentu kami dorong petani untuk menikmati harga yang lebih baik. Tapi kami tetap berharap bisa terserap ke bulog," ujarnya.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel