-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Longsor Timpa Rumah di Jatipohon

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Longsor Timpa Rumah di Jatipohon


GROBOGAN - Satu keluarga di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan terjebak longsoran didalam rumah semalam. Diatas tanah tebing yang longsor penuh dengan pohon bambu, membuat seluruh rumah tertutup oleh pohon bambu. Walau tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu keluarga dihantui ketakutan hingga pagi hari.

 Hujan lebat disertai dengan angin kencang yang mengguyur daerah Grobogan Rabu malam, mengakibatkan sebuah tebing di Desa Sumberjatipohon, Grobogan longsor. Diatas tebing  yang ditumbuhi pohon bambu roboh menimpa rumah milik warga.  Parahnya, banyaknya pohon bambun yang menimpa rumah, menutup hampir seluruh bagian rumah. Alhasil teras rumah dan bagian dapur serta kandang ternak milik warga rusak.

Ironisnya, satu keluarga yang berisi 5 orang ini, terjebak tidak bisa keluar dari dalam rumah semalaman. Keluarga ini baru bisa keluar setelah tetangganya mengetahui rumahnya tertimpa longsoran. Akibat kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi sang anak karena rasa ketakutannya terjebak semalaman.

Endang Rusmiyati, pemilik rumah menjelaskan jika peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.”Ya, malam kita lagi pada tidur ,jam 3  ada angin kenceng entah angin puting beliung itu, anakku  menangis menjerit. Saya bangun tapi mau keluar tidak bisa keluar, kekanan ke kiri tidak bisa akirnya nunggu sampai pagi,” jelasnya.

Endang menambahkan, saat pagi tiba ada tetangganya yang datang untuk menolong. “Pagi-pagi tetangga saya nyamperin bapaknya mau kerja, akhirnya bisa keluar lewat jendela,” tuturnya.

Pemilik rumah bersama tetangganya mulai membersihkan rumahnya dengan memotong batang bambu yang menutupi rumahnya. Akibat kejadian ini diperkirakan pemilik rumah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Agus Sulaksono menghimbau kepada warga Grobogan yang berada di daerah rawan longsor dan sekitar bantaran sungai untuk waspada bencana. “Musim hujan yang panjang meningkatkatkan resiko bencana, jadi masyarakat di daerah rawan bencana harus waspada,” pungkasnya.(IYA)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post