Jurnalis Terima Wejangan FKPD


GROBOGAN- Perkembangan media saat ini dinilai Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Grobogan sangat luar biasa. Tidak saja media konvensional seperti media cetak, televise dan radio, namun juga muncul media social yang dikelola dan dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai ragam latar bekalang dan kepentingan.“Karenanya, informasi yang tersebar menjadi bias kebenarannya,” ungkap Kajari Grobogan Edi Hardojo, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Kabupaten Grobogan di Pendopo Kantor Bupati Grobogan.

Karenanya, menjadi tugas persatuan wartawan atau aliansi jurnalis menjawab informasi yang bias dengan suatu kebenaran. Menjadi tugas jurnalis untuk menjawab biasnya infoemasi karena jurnalis dibatasi kode etik. Ada kode etiknya dalam lakukan pemberitaan. “Saat ini banyak media tempo tapi tempo artinya tempo-tempo terbit kemudian tidak terbit. Dan kadang-kadangmuncul kadang tidak. Jadi kadang mereka lakukan share berita besaknya tidak ada lagi,” ungkapnya.\

Dalam pelaksanaan tugas jurnalisme, kita mesti punya benteng dari diri sendiri apakah informasi real bagaimana otak menstimulasi apakah ini info yang sesat apa tidak Bagaimana bedakan informasi hoax sama yang tidak. Kita yang awan terkait dunia sosial, mencerna apakah hal ini nyata atau dibuat-buat sehingga jadi viral,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyoroti, permasalahan pencemar namabaik seseorang dapatmematikan karakter pejabat publik. Kami mengharap jurnalis dari media maintream berperan menkonter media sosial yang disi hoax bisa berbalik ke media maintream yang memang sumber informasi benar dan mengutip sumber yang valid,” harapnya.
Karena Medsos diisi untuk propokasi, maka peran jurnalis maintream sangat besar yakni untuk penyeimbang, pengawas pemerintah sekaligus corong masyarakat lebidikedepankan. Dari Polres Grobogan terkait pemberitaan selama ini tidak ada masalah. Saya saat apresiasi atas komunikasi yang telah terbangun,” imbuhnya.

Pemberitaan positif, imbuh dia, bisa jual kabupaten Grobogan agar investor bisa masuk Grobogan.  “Beberapa investor mulai melirik. Dalam rangka angkat pembangunan Kabupaten Grobogan peran rekan-rekan luar biasa sehingga invetor tidak ragu lakukan investasi. Dan Grobogan yang hebat dan sejatera bisa diwujudkan bupati,” tambahnya.

Ketua DPRD Agus Siswanto menilai, dilandasi dengan tujuan untuk Grobogan yang lebih hebat disemua sektor baik rohani dan jasmani, ami berharap semoga kita bisa kerjasama dengan baik secara sinegris. Wartawan bisa berikan informasi yang positif bagi Kabupaten Grobogan disamping sebagai alat kontrol,” ungkap Agus

Hal sama diungkapkan Bupati Sri Sumarni. Dalam pemberitaan, jurnalis diharapkan mampu melakukan penulisan dengan data. “Jangan menduga-duga, kita sudah tranparan,” ungkapnya.
Terkait fungsi sosialisasi, jurnalis diharapkan diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi dua arah yakni masyarakat dan pemerintah. “Masyarakat bisa mengetahui program dan pembangunan di Grobogan. Pers juga diharapkan menjadi control social terutam abagi pemerintah untuk mengantisipasi penyimpangan,” imbuhnya.(lek)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel