-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Dekati Bumi, Saturnus Bisa Dilihat Mata Telanjang Malam Ini

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Dekati Bumi, Saturnus Bisa Dilihat Mata Telanjang Malam Ini


GROBOGANTODAY.COM- Planet Saturnus akan tampak bersinar putih kekuningan dengan kecerahan sedang saat diamati dari Bumi pada malam ini (9/7) atau dikenal dengan istilah oposisi Saturnus.

Ketua Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena oposisi Saturnus bisa diamati dari seluruh Indonesia.

"Fenomena oposisi Saturnus bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia sejak maghrib sampai menjelang matahari terbit," ucap Thomas saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (8/7)

Menyoal waktu terbaik, Thomas mengatakan fenomena ini bisa diamati mulai Magrib (sekitar pukul 18.00 WIB) hingga tenggelam pada Rabu (10/7) pagi pukul 05.26 WIB.

Saturnus akan terbit di timur pada saat matahari tenggelam, terus menanjak saat tengah malam, dan akan tenggelam di barat saat matahari terbit. Dalam posisinya yang berlawanan dengan Matahari ini, Saturnus berada dalam posisi pengamatan terbaik sehingga bisa terlihat sepanjang malam, seperti dilansir Earth Sky.

Thomas mengatakan masyarakat bisa menikmati fenomena oposisi Saturnus dengan mata biasa. Namun pengamatan menggunakan teleskop disebutnya lebih baik lantaran bisa melihat cincin Saturnus.

"Kalau dilihat pakai mata biasa hanya terlihat sebagai bintang terang. Bila menggunakan teleskop akan terlihat cincin Saturnus," jelasnya.

Mengutip In the sky, fenomena alam ini disebut oposisi Saturnus karena Bumi tengah mengorbit di antara Saturnus dan Matahari. Secara singkat, Matahari-Bumi-Saturnus tengah nampak berbaris lurus di bidang tata surya. 

Ketika Bumi dengan planet superior ada di posisi sejajar, biasanya planet superior itu tengah berada pada orbit terdekatnya dengan Bumi. Saturnus merupakan bagian dari planet superior, yaitu planet yang orbitnya ada di luar orbit Bumi (planet lain kecuali Merkurius dan Venus). 

Posisi Saturnus yang berlawanan (beroposisi) dengan Matahari sepanjang Juli hingga September, membuat planet itu mendapat pantulan sinar lebih baik dari Matahari. Sehingga membuat Saturnus tampak lebih terang dari biasanya ketika diamati dari Bumi. Kecerahan ini membuat pengamat bisa mengamati cincin es disekeliling planet tersebut dengan teleskop. 

Setiap planet dan bintang umumnya memiliki orbit berbentuk elips. Sehingga tiap benda langit ini memiliki jarak terdekat dan jarak terjauh dari Matahari dan benda langit lainnya. 

Planet bercincin yang berada di konstelasi Sagitarius ini pada saat oposisi akan berada pada jarak 9,03 AU (1 AU= 150 juta km) dari Bumi. Saat diamati dari Bumi, Saturnus diameter sudut 18,4 detik busur dan bersinar dengan magnitudo visual 0,1. Dengan kata lain saat matahari terbenam, Saturnus baru nampak untuk diamati.
Sumber : CNN Indonesia
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post