-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Begini Kondisi Mbah Supardjo dan Cucunya yang Viral di Media Sosial

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Begini Kondisi Mbah Supardjo dan Cucunya yang Viral di Media Sosial

Petugas Kemensos didampingi Kades Kropak
saat berkunjung ke rumah Mbah Supardjo. 

GROBOGANTODAY - Video viral seorang cucu menghardik kakeknya dan menyuruhnya mengemis ternyata tidak semuanya benar. 


Berdasarkan penelusuran Grobogan Today, kejadian tersebut terjadi di Dusun Bogo, Desa Kropak, Wirosari, Grobogan. Kakek tersebut bernama Supardjo, sedangkan cucunya berinisial S(11) yang duduk di kelas 6 sekolah dasar.


Menurut keterangan S saat ditanya mengenai video tersebut, kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama. Saat itu ia membuatkan kopi untuk kakeknya dan sudah jadi. Namun saat dipanggil-panggil, kakeknya tidak mendengar. Karena tuna rungu, kakeknya tidak mendengar panggilannya. 


"Saya colek pakai sapu, kalau hanya dipanggil gak dengar. Kalau saya pegang pakai tangan sering marah," ungkapnya. 


Saat Grobogan Today berkunjung ke rumah Mbah Supardjo, ia sendirian di rumahnya. Sedangkan cucunya tidak di rumah, sedang bersekolah. Saat diajak komunikasi, Mbah Supardjo tidak bisa merespon dengan baik. Walaupun sudah dengan suara keras, ia tidak bisa mendengar. Menurut penuturan warga, harus dengan beberapa bahasa isyarat jika berkomunikasi dengan Mbah Supardjo. 


Kades Kropak, Sukinah menjelaskan bahwa sejak dua minggu kelahiran S(11), ibunya sudah pergi meninggalkannya. Begitu juga dengan bapaknya, pergi meninggalkan rumah. S kecil akhirnya dirawat oleh kakek-neneknya. Hingga usia sekolah, S diajak kakek-neneknya ke Semarang untuk mengais rejeki sebagai peminta-minta. 


"Saat usia sekolah, kakek dan cucunya pulang ke desa. Sedangkan neneknya masih di Semarang," katanya. 


Sepeninggalan neneknya, perekonomian keluarga menjadi berubah. Tidak ada lagi yang memenuhi kebutuhan hidupnya. Semua kebutuhan hidup Mbah Supardjo dipenuhi oleh belas kasihan warga sekitar. 


"Semua kebutuhan selama ini dipenuhi neneknya. Beruntung tetangganya baik-baik semua. Sayangnya pola hidup Mbah Jo tidak seperti warga sini pada umumnya. Makannya harus ada ikan atau daging, merokok pun harus merk bagus. Kalau seperti kita kan makan seadanya," ujarnya.


Kades Kropak menambahkan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan Mbah Supardjo dan cucunya, dibentuk panitia kecil yang beranggotakan tetangga sekitar. 


"Ada yang ditugaskan memasak, memberi uang saku cucunya. Listrik dan air bersih juga diurus warga. Warga dari dulu sudah peduli dengan mereka," ungkapnya. 



Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post