Mbah Gondrong,Dukun Pengganda Uang di Mata Keluarga dan Tetangga



GROBOGAN - Harno alias Mbah Gondrong adalah anak kedua dari tiga bersaudara.Ia lahir dan dibesarkan di Dusun Drono,Desa Selo,Kecamatan Tawangharjo ,Kabupaten Grobogan.Menurut penuturan Sutiyem,istri Harno,kedua mertuanya sudah lama meninggal dunia.Sedangkan kedua saudara Harno pun juga sudah meninggal semua.


Menurut penuturan Ngadi(45),Mbah Gondrong yang merupakan lulusan Aliyah ini memiliki kemampuan supranatural sejak kecil.Sejak lulus  sekolah sudah banyak tamu yang datang ke rumahnya untuk meminta pertolongan mengobati berbagai macam penyakit.


Ngadi menambahkan ,Mbah Gondrong tak pernah memasang tarif dalam mengobati pasiennya.Biasanya,pasien hanya memberikan gula atau rokok sebagai bentuk ucapan terimakasih atas pengobatan yang diberikan.
Selain berprofesi sebagai seorang dukun,Mbah Gondrong juga berprofesi sebagai petani.Dengan bermodalkan sepetak sawah peninggalan orang tuanya.Namun setelah praktek perdukunannya ramai,sawah peninggalan orang tuanya tersebut dijual.


Pasca ditangkap Harno jelas meninggalkan keluarganya. Diantaranya, istri dan keempat anaknya.Dimata keluarga , Mbah Gondrong dikenal sebagai kepala keluarga yang bertanggungjawab dan selalu mengajarkan kebaikan.
Rumah kayu sederhana tampak sepi, tidak ada aktifitas berarti, seperti hari-hari sebelumnya.Rumah sederhana ini dihuni istrinya,Sutiyem(54)  beserta keempat anaknya.Di sudut rumah masih terpajang foto Mbah Gondrong bersama istrinya serta sebuah lukisan besar kedua orang tuanya.


Menurut penuturan Sutiyem,dia menjalin mahligai perkawinan dengan Mbah Gondrong sejak 6 tahun yang lalu,sekitar tahun 2010.Hubungan itu berawal dari hubungan antara seorang pasien dengan seorang dukun .Sutiyem menjelaskan dulu saat dia menderita sakit,dia diobatkan ke rumah Mbah Gondrong oleh suaminya.Untuk menjalani prosesi pengobatan tersebut,Sutiyem harus tinggal di rumah Mbah Gondrong selama kurang lebih satu bulan.


Setelah menjalani prosesi tersebut,Sutiyem berhasil sembuh.Oleh suaminya,saat itu Sutiyem diserahkan kepada Mbah Gondrong untuk dirawat .Sehingga akhirnya Sutiyem dipersunting Mbah Gondrong untuk menjadi istrinya.


Dengan suami pertamanya,Sutiyem memiliki 9 anak,4 diantaranya ikut dirinya bersama Mbah Gondrong,sedangkan 5 anak yang lain ikut suami pertamanya.


Menurut penuturan Kuatriyono(31),walaupun dirinya  bukan anak kandung Mbah Gondrong,namun dia mengaku mendapatkan perlakuan yang baik.Dia bersama ketiga saudaranya yang lain tinggal serumah dengan Mbah Gondrong.Kuatriyono menambahkan,dari hasil pernikahannya dengan ibunya,Mbah Gondrong tidak dikarunia anak.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel