Bupati Berang: Ada Yang Jual Nama Bupati di Pasar Pagi


        
GROBOGAN – Moment pelantikan pejabat harusnya menjadi kesempatan bahagian bagi pejabat yang mendapatkan kepercayaan. Namun hal berbeda terjadi pada pelantikan pejabat utama di Pendopo Kabupaten Grobogan, Bupati Grobogan Sri Sumarni SH MM mengelurkan komentar pedas terkait adanya orang yang mencatut namanya.Nama bupati, disebut orang untuk meminta jatah kios Pasar Pagi Purwodadi. Tidak main-main, bupati disebut meminta jatah 8 kios.

Menurutnya, pencatutan nama dirinya dinilai keterlaluan. Terkait kebenaran informasi yang diterimanya, politisi PDI Perjuangan itu meminta dilkukan pengusutan secara tuntas. 
“Ada 8 kios Pasar Pagi yang katanya diperuntukkan bupati. Saya minta kepada Kepala Disperindag baru bisa mengungkap kabar itu," minta bupati.Selain minta jatah kios, bupati juga disebut minta jatah Rp 3 juta dari kios dipasar pagi.
"Termasuk adanya laporan semua pedagang yang mendapat jatah kios dipungut Rp 3 juta. Padahal kios baru tersebut gratis,” tegasnya.

Menyinggung pelantikan  jabatan Sekda, bupati minta kepada pejabat baru punya tanggung jawab atas ketepatan kebijakan dan ketertiban administrasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. 
Disamping itu juga berkedudukan sebagai ‘pejabat yang berwenang’ dalam mengusulkan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian jabatan administrasi dan fungsional, kepada bupati.

Pelantikan dilangsungkan di pendapa kabupaten tersebut dihadiri Forkopinda seperti Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama Purwodadi.Empat pejabat yang dilantik adalah Dr Ir Moh Sumarsono MSi sebagai Sekda, yang sebelumnya menjabat Kepala BPPKAD, Ir Ahmadi Widodo MT sebagai Asisten II Setda yang sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Anang Armunanto SSos MSi sebagai Kepala Bappeda yang sebelumnya menjabat Kabag Perekonomian Setda, dan Karsono SH sebagai Kepala Disperindag yang sebelumnya menjabat Kabid Olahraga Disporabudpar.

“Dibantu Asisten yang baru, serta Asisten lainnya yang cukup berpengalaman, saya sangat menunggu ketepatan, kecepatan dan ketegasan Saudara, dalam mensukseskan pencapaian visi-misi sesuai RPJMD Tahun 2016-2021,” harapnya.

Selanjutnya Kepala Bappeda juga mempunyai peran yang sangat penting, khususnya dalam proses perencanaan pembangunan daerah, penelitian dan pengembangan. “Tunjukkan bahwa Saudara adalah pejabat muda yang profesional, sebagai simbol regenerasi, bebas dari kepentingan, serta obyektif, arif dan bijaksana dalam  mengelola perencanaan, koordinasi dan pengendalian pembangunan daerah,” terang Bupati.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel