Warga Dusun Kleben Pertanyakan Ganti Rugi dari PT Pertamina Gas





TOROH- Tuntutan warga Dusun Krajan, Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh untuk menghentikan aktifitas pengerukan proyek PT Pertamina Gas di lahan pemakaman leluhur desa dipatuhi para pekerja. Satu alat berat yang berada di sebelah barat makamm tampak berhenti, tidak melakukan aktifitas apapun. Warga akan tetap menghentikan proyek, sebelum tuntutan mereka sebesar 30 juta dipenuhi PT Pertamina Gas.

“Warga menuntut ganti rugi sebesar 30 juta segera dipenuhi PT Pertamina Gas. Sebelum itu dipenuhi, kami akan tetap menghentikan pengerjaan proyek ini,” tutur Widodo, Kadus Krajan Plosorejo kepada Grobogan Today, Selasa(8/8).

Widodo menuturkan, hari ini(red:Selasa) pihaknya telah menerima uang ganti rugi sebesar 15 juta rupiah yang sebelumnya telah diterima oleh Kades Plosoharjo, Juwanto. “Tadi saya  bersama dengan Ketua RW 1, Kiswanto menerima uang tersebut. Tentang penggunaannya, kami akan musyawarahkan dulu dengan warga,” ungkapnya.

Sedangkan  ajakan Kades Plosoharjo, Juwanto untuk melihat ganti rugi di pemkab sementara diundur. Menurut Widodo, saat ini kades masih memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. “Kemungkinan hari Jumat besok. Dua, tiga hari ini katanya pak kades masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,” tambahnya.

Tri, pengemudi alat berat yang ditemui di lokasi mengaku sudah dua hari tidak bekerja. Ia hanya datang untuk menunggu alat berat yang tidak beroperasi.

Warga Dusun Kleben Tuntut ganti Rugi Yang Jelas
Penghentian proyek PT Pertamina Gas juga terjadi di Dusun Kleben, Desa Plosoharjo, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi makam. Disini warga mengaku kecewa dengan tidak adanya sosialisasi pengerukan jalan desa. “Tiba-tiba jalan mau dikeruk tanpa pemberitahuan warga, ini bagaimana,” tutur Luwis, warga Dusun Kleben.

Ungkapan yang sama diungkapkan Suprih, ia juga mengaku kecewa dengan tidak adanya sosialisasi dan ganti rugi untuk warga. Jalan dan saluran air yang akan dikeruk PT Pertamina Gas selama ini dibangun secara swadaya. Warga rela mengeluarkan uang agar jalannya bagus. “Sudah bagus malah mau dirusak, tidak ada permisi juga. Ini jalan yang membangun warga sendiri, tidak ada dari pihak desa. Saluran air juga ditutup semua,” tuturnya saat ditemui Grobogan Today.

Warga Dusun Kleben berharap ada kejelasan tentang besaran ganti rugi yang diberikan PT Pertamina Gas kepada warga untuk jalan desa. “Kami hanya ingin kompensasi jelas besarnya berapa. Sehingga jalan yang rusak akibat proyek ini nantinya juga bisa diperbaiki,” tampah Suprih. (iya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel