Kemarau, Serapan Beras Bulog Capai 99 Persen


GROBOGAN- Musim kemarau yang melanda hampir menyeluruh wilayah Jawa Tengah, berdampak terjadinya kekeringan secara menyeluruh di wilayah kabupaten Grobogan. Kondisi tersebut, berdampak ekonomi khususnya sektor pertanian yakni penanaman padi terhenti pula.
“Kondisi ini membuat serapan beras ke gudang bulog 104 Grobogan juga tersendat,” ungkap Aries petugas di gudang Bulog, Grobogan, Senin (4/9).

Ketersendatan, terjadi sejak awal Agustus dan terus terjadi hingga saat ini. “Grobogan sebagai daerah dengan suplai beras besar maka dari target 25 ribu ton, saat ini sudah tercapai 99 % dari target. Jadi kendati saat ini terjadi minus suplai posisi kita aman untuk wilayah Grobogan,” tambahnya.

Tersendatnya stok beras dari suplayer, tambah dia tidak membuat gudang Bulog Grobogan memperonggar pelaksanaan pengawasan mutu serapan beras yang masuk  ke gudang. “Pengawasan tetap. Kualitas harus sesuai. Belum lama ini kita juga mengembalikan beras yang disuplai. Alasannya karena berada dibawah mutu yang ditentukan,” tambah Aris.

Kendati tidak terlalu besar, diakui hingga saat ini masih ada suplayer yang terus memasok beras ke gudang Bulog Grobogan. “Kendati tidak banyak. Namun, jika khualitasnya sesuai dengan ketentuan maka tetap kita ambil,” tambahnya.

Kekeringan, diakui bupati Grobogan Sri Sumarni, tidak saja berdampak pada sektor ekonomi di Kabupaten. Dominasi lahan yang dimanfaatkan untuk menanam padi, saat ini kodisinya kering karena kekurangan air.“Pemenuhan kebutuhan air diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Jika ada daerah yang kekurangan, kita minta steakholder terkait untuk membantu. Ada BPBD, PMI dan PDAM. Kita minta mereka membantu pemenuhan kebutuhan air,” ungkap bupati, ditemui usai sidang paripurna.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel