Pengunjung Wisata Kedungombo Hanya Bisa Sampai Batas Ini


GROBOGAN- Aset wisata air sekaligus obyek vital penyedia suplai listrik di Jawa Tengah, keberadaan Waduk Kedungombo juga menjadi obyek wisata terbesar yang bisa diandalkan Kabupaten Grobogan. Ribuan wisatawan setiap bulan datang untuk menikmati wahana air waduk yang dibangun di tahun 90-an tersebut."Waduk Kedungombo merupakan obyek wisata yang sudah banyak didatangi wisatawan. Saya berharap kondisi yang saat ini terjadi bisa dimanfaatkan Pemkab untuk ambil bagian dalam pengelolaannya," ungkap Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Selasa (5/9).

Agus menjelaskan, dengan terlibat dalam pengelolaan diharapkan ada pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata."Dewan siap memfasilitasi ketika diperlukan dibuatnya peraturan daerah sebagai landasan hukum," tambahnya.

Pengelolaan Waduk Kedungombo, sebelumnya pernah melibatkan Pemkab Grobogan. Namun, keterlibatannya terhenti di tahun 2012. Dimana, Pemkab Grobogan yang saat itu mendapat 30% dari total pendapatan belum memiliki landasan hukum.
"Dulu pernah Grobogan ikut terlibat. Tapi dihentikan karena saat itu tidak ada landasan hukum yang menjadi dasar. Jadi uangnya dikembalikan setelah ada pemeriksaan dari BPK," ungkap Sekda Kabupaten Grobogan, Moh Sumarsono.

Jika saat ini ada penutupan karena alasan keuangan, Kabupaten Grobogan tidak mengetahuinya. "Jika kembali terlibat, harus dibuat dasar hukum dulu. Apa sehingga ketika ada pemeriksaan tidak ada keselahan. Semua harus duduk bersama dulu membahas kondisi ini," tambahnya.

Ditahun 2012 pemkab Grobogan masih sempat menerima setoran PAD sebesar Rp 60 juta per tahun. "Itu ditahun 2012 tapi kemudian dihentikan karena tidak ada regulasi yang mengatur," tambahnya.

Paska penutupan, hingga saat ini sejumlah wisatawan masih tetap mendatangi obyek wisata Kedungombo. Kekecewaan pengunjung terlihat ketika mereka tidak dapat melihat wahana air di Kedungombo."Saya dari Surabaya. Tadi main ke rumah teman, inginnya cari suasana air di Kedungombo malah tutup. Kecewa banget soalnya tidak ada pengumumn jelas dari pengelola BBWS terlanjut jaln satu jam sampai disini tutup," keluh Ali. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel