-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Kue Keranjang Asal Wirosari Ini Diminati Berbagai Kalangan

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Kue Keranjang Asal Wirosari Ini Diminati Berbagai Kalangan



WIROSARI,Grobogantoday.com – Kue keranjang merupakan salah satu makanan khas perayaan imlek. Walaupun begitu, makanan ini tak hanya digemari oleh kalangan tionghoa saja. Namun, peminat kue keranjang buatan warga Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini  berasal dari berbagai kalangan. Aneka macam rasa yang ditawarkan, membuat kue keranjang tersebut bisa dinikmati semua kalangan.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang tahun baru imlek, Kristin selalu memproduksi kue keranjang. Tetangga dan kerabat dilibatkan untuk memproduksi kue keranjang, yang jumlahnya mencapai lima ton. Dari tahun ke tahun produksi yang dihasilkan selalu meningkat. Harganya pun cenderung mengalami kenaikan,  seiring dengan naiknya harga bahan baku, tepung ketan dan gula pasir. “Tahun lalu harga jualnya 38 ribu per kilo, tahun ini naik menjadi Rp 44 ribu,” jelasnya.


Meski harganya naik, namun peminatnya cenderung naik. Tidak ada resep khusus untuk mendongkrak penjualan, Kristin hanya mempertahankan kualitas dan sedikit berinovasi untuk menambah varian rasa. “Tahun ini, rasa yang ditawarkan ada enam, yakni coklat, vanilla, frambozen, pandan, gula aren dan durian. “Untuk menjaga kualitas, saya tidak asal-asalan dalam memberikan perasa. Saya menggunakan bahan alami untuk menambahkan perasa dalam kue keranjang buatannya. Tepung ketan dan gula pasir yang saya gunakan untuk bahan baku juga tidak boleh asal-asalan, harus benar-benar bahan baku yang berkualitas,” tuturnya.


Kristin menambahkan, dirinya tidak mau menambahkan tepung terigu untuk memangkas biaya produksi. Baginya, tepung terigu hanya akan membuat kue keranjang menjadi keras, sehingga tidak nikmat disantap. “ Kita sudah mulai berproduksi sejak tahun 1962. Karena bisa mempertahankan kualitas, setiap tahun saya selalu banjir pesanan dari berbagai kota di indonesia,” jelasnya.

Peminat Tidak Hanya Tionghoa


Peminat kue keranjang yang diberi label "toko ijo" tersebut tidak hanya dari kalangan tionghoa. Berbagai kalangan diluar tionghoa banyak yang pesan, bahkan datang langsung ke rumah Kristin di  kecamatan Wirosari untuk membeli secara langsung sembari mencicipi kue keranjang yang masih hangat. Kue keranjang bisa disajikan dengan cara diiris-iris dicampur dengan parutan kelapa, bisa juga digoreng dengan telur.

Zulkifli, salah satu pelanggan kue keranjang buatan cahyati bisa bertahan 12 bulan jika disimpan di lemari pendingin. “Kalau lewat Wirosri pasrti saya mampir untuk pembeli,” jelas pria asal Kudus ini.(RE)


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post