-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Trotoar R. Soeprapto Akan Direvitalisasi, Pohon Tetap Dipertahankan

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Trotoar R. Soeprapto Akan Direvitalisasi, Pohon Tetap Dipertahankan



PURWODADI,Grobogantoday.com- Trotoar jalan R. Soeprapto akan segera direvitalisasi. Namun begitu, pohon penghijauan di sepanjang jalan R Soeprapto akan tetap dipertahankan. Demikian diungkapkan  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Subiyono, Senin(16/4/2018).

Subiyono mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kajian termasuk dengan jajak pendapat terkait keberadaan pohon penghijauan jenis angsana atau sono kembang tersebut. Dalam jajak pendapat tersebut, mayoritas menginginkan agar pohon penghijauan tersebut dipertahankan. “Memang ada juga yang menginginkan ditebang, namun mayoritas ingin pohon tersebut dipertahankan. Selain menambah teduh, keberadaan pohon tersebut menjadi salah satu penilaian adipura setiap tahunnya,” kata Subiyono.

Ada sekitar 500 pohon angsana di sepanjang Jalan R.Soeprapto, yang ditanam sejak 1981 oleh pemerintahan setempat. Hingga kini, pohon tersebut masih dipertahankan. Namun, keberadaan pohon tersebut telah merusak trotoar yang ada. Bahkan, bangunan panggung permanen di depan Gedung Wisuda Budaya yang dibangun 2016 retak karena gerakan akar pohon tersebut.

”Kami sudah siapkan teknis untuk mengendalikan akar tersebut, yakni dengan cara dibeton. Namun, bila ada pohon yang mengganggu pemasangan kanstin akan kami tebang. Semoga tidak ada, sehingga pohon tersebut tetap dipertahankan,” jelasnya.

Subiyono menjelaskan, revitalisasi trotoar di sepanjang jalan R Soeprapto menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) senilai Rp 8,5 miliar. Pemeriksaan RAB dan desain oleh Provinsi dijadwalkan 24-26 April. Sedangkan untuk pelelangan baru bisa dilakukan pada Mei mendatang.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nugroho Agus Prastowo, penebangan pohon penghijauan di jalan R Soeprapto memang dilematis. Keberadaannya memang menjadi salah satu penilaian saat adipura, namun sifat akarnya yang berkembang ke samping dan merusak bangunan. ”Kalau pun nantinya terpaksa ditebang, pemerintah harus menyediakan bibit dengan ketinggian empat meter dan memiliki lingkar sekitar 15 sampai  20 sentimeter. Selain itu, yang ditebang harus satu sisi dulu, dan biar kan tumbuh, setelah rimbun baru sisi lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Grobogan M Nurwibowo, belum lama pihaknya telah mengusulkan agar pohon di jalan R Soeprapto tersebut lebih baik ditebang. Selain jalan bisa diperluas, penataan dan pembangunan akan lebih mudah. ”Volume kendaraan di Jalan R.Soeprapto semakin padat, sehingga perlu diperluas. Kalau tidak ditebang, jalan tidak bisa diperluas. Di samping itu, trotoar dikhawatirkan rusak karena kuatnya akar pohon, di beton saja pasti tetap akan rusak,” katanya. (RE)

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post