Bus Rombongan Pengajian Ditabrak Truk Dari Belakang,Satu Tewas



GROBOGAN – Sebuah bus  rombongan pengajian dari Desa Taruman, Kecamatan Klambu mengalami nasib na'as di jalan Purwodadi_Semarang,tepatnya didepan SMA Negeri 1 Godong,Minggu(27/11).Satu orang tewas, yaknit kernet bus,Masrukin(35).Masrukin tertimpa badan bus yang terbalik usai ditabrak truk.

Menurut kesaksian beberapa saksi mata,bus yang melaju dari arah Purwodadi tiba-tiba diseruduk dari belakang oleh sebuah truk bermuatan cabai.”Terdengar suara keras sekali,bis sudah terbalik,” jelas Bambang.
 Menurut Mashuri(65),ketua rombongan,dia bersama rombongannya berangkat dari desa Taruman sekitar pukul 06.00 WIB. Dia bersama rombongan hendak ke Meteseh,Semarang untuk menghadiri pengajian AL Khidmah, Minggu (27/11), namun sampai di TKP bus yang membawa 20 penumpang itu di sruduk truk, hingga menewaskan kernet bus. “ Saya kaget saat tiba-tiba bus melayang dan terbalik, sempat linglung busnya mengalami apa? Namun beberapa menit setelah kesadaran saya pulih, baru tahu kalau bus yang saya tumpangi terguling usai di tabrak dari belakang oleh sebuah truk. Saya langsung menyelamatkan 2 cucu saya dan 1 anak saya yang kebetulan mau ikut pengajian di Semarang," jelasnya.

Mashuri menambahkan bahwa ia mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Dia harus mendapatkan beberapa jahitan di kedua kakinya dan terpaksa  harus memakai kursi roda serta beberapa luka di bagian kepala. Sedangkan kedua cucunya yakni Zahro (4) mengalami patah kaki, dan Nasrul Ulum (8) mengalami patah pada tangannya, sedangkan putrinya Nurul (33) mengalami patah pada tulang belakang.
" Kedua cucu saya harus menjalani perawatan intensif mas, karena mengalami luka berat yaknj yang satu kakinya patah, yang satu lagi tangannya yang patah, karena mereka ke jepit jok yang lepas dari dudukannya, sedangkan anak saya juga mengalami patah pada tulang belakang," ungkapnya.

Belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka,dan harus mendapatkan perawatan rumah sakit.

Sementara itu Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji mengatakan usai kejadian pihaknya langsung meluncur ke TKP, setelah olah TKP dengan Satlantas Polres Demak  ternyata kejadian tersebut masuk di wilayah hukum Polres Demak sehingga penanganan lebih lanjut di lakukan oleh Satlantas Polres Demak.(ire)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel