GCC Bersama Wisata Grobogan Galang Dana untuk Mami


GROBOGAN – Potret kemiskinan Mami  yang beberapa waktu lalu pernah dimuat di Grobogan Today mendapatkan banyak simpatik dari beberapa kalangan. Seperti halnya, Grobogan Carnival Center (GCC) yang mengadakan penggalangan dana di acara Ca Free Day(CFD), hari ini.

Belasan gadis cantik yang tergabung dalam GCC mengenakan pakaian unik berjalan di sepanjang jalan R. Soeprapto Purwodadi.Para  pengunjung CFD yang penasaran, karena tak biasanya GCC tampil di CFD. Mereka sesekali meminta foto bersama, mengabadikan momen yang jarang didapat. Mereka pun tak keberatan saat dimintai uang seikhlasnya untuk membantu Mami. “Berfoto sekaligus beramal. Cukup kreatif, salut buat anak-anak muda yang peduli dengan sesama,” jelas Intan, salah satu pengunjung CFD.

Farida,selaku ketua GCC saat dimintai keterangan menjelaskan, bahwa dirinya pribadi ingin mengajarkan kepada anak didiknya untuk belajar berbagi. “Kami ajarkan kepada anak didik kita agar bisa bersyukur dengan nikmat yang telah diterimanya. Banyak orang yang kurang beruntung diluar sana. Ini kita kerjasama dengan komunitas Wisata Grobogan juga” tuturnya.

Selepas acara CFD, para anggota GCC langsung menuju rumah sakit Permata Bunda Purwodadi untuk menjenguk Mami yang beberapa waktu lalu telah dirawat di rumah sakit.”Kita langsung ke rumah sakit untuk menyalurkan dana yang kita peroleh. Alhamdulillah mendapat Rp 1.300.000,” jelas Farida.



Sakit Dibawah Kemiskinan 
Potret kemiskinan tak pernah hilang di sekitar kita. Seperti yang terlihat di Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi,Kabupaten Grobogan ini. Di rumah berbahan dasar bambu berukuran 4x5 meter inilah, Mami(26) harus berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Bersama ibunya, Maryam(57), dia harus menghabiskan hari-harinya diatas tempat tidur. Dengan selimut yang sudah lusuh, dia terbaring tak berdaya menghadapi penyakit yang telah berbulan-bulan menyerangnya. Ya, karena masalah ekonomilah menjadi alasan Maryam untuk tidak melanjutkan pengobatan anaknya. Walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS, namun biaya sehari-hari yang cukup besar menghancurkan niatnya untuk menyembuhkan putri keduanya ini. “Sudah 3 kali anak saya dirawat di RSUD Purwodadi, namun tidak ada perubahan. Memang tidak dipungut biaya, tapi untuk keseharian saya tidak punya uang,” aku Maryam yang hanya bekerja serabutan.

Rumah yang saat ini ditinggalinya berada di tanah milik desa, yaitu di Dusun Jetis RT 03 RW 7, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Walaupun begitu, Maryam mengaku harus membayar sebesar 200 ribu per tahunnya. Di tengah himpitan ekonomi, anak yang diharapkan bisa membantunya malah jatuh sakit.”Disyukuri saja, mungkin harus begini,” tutur Maryam.

Maryam bersyukur saat ini anaknya sudah dirawat di rumah sakit. “Saya bersyukur banyak yang membantu. Selain datang ke rumah, banyak juga yang datang ke rumah,” pungkasnya.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel