Jalan Ditanami Pohon Pisang Segera Diperbaiki

GROBOGAN – Aksi penanaman pohon pisang  oleh warga Bologarang di jalan Sedadi-Karangrayung, tepatnya di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan langsung mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang Grobogan.

KaUPTD Dinas PUPR Kecamatan Penawangan Ali Imron langsung mengecek lokasi jalan yang ditanami pohon pisang warga,kemarin. Ali Imron yang sebelumnya menjabat sebagai KaUPTD Kecamatan Gubug menjelaskan bahwa untuk tahun 2017 jalan tersebut mendapatkan anggaran senilai 4 Milyar. “Tahun ini jalan Sedadi-Karangrayung mendapatkan jatah pembangunan. Dana ini bersumber dari dana pinjaman,” jelasnya.

Ali Imron menambahkan, untuk tahap awal pihaknya akan segera menutup jalan-jalan berlubang dengan batu kemudian ditutup dengan dastu. “Melihat kondisi jalannya memang cukup parah. Kendaraan roda empat sangat kesulitan jika harus melintas jalan ini. Apalagi musim hujan seperti ini. Yang penting sekarang jalan bisa dilintasi kendaraan roda empat,” terangnya.

Warsito(49), warga Desa Bologarang yang juga menjabat sebagai Ketua RT 02/01 merasa sangat senang jika kerusakan jalan yang terjadi di desanya sudah berlangsung sejak dia masih kecil hingga sekarang. “Sejak saya masih kecil sampai usia saya yang mendekati kepala 5, belum pernah menikmati jalan yang mulus di desa kami. Kami juga bayar pajak, kami juga warga Indonesia. Tapi mengapa jalan kami tidak pernah dibangun. Jika benar jalan akan segera dibangun, warga sangat senang ,” ungkapnya.

Aksi  tanam Pohon Pisang
Aksi penanaman pohon pisang di jalan Sedadi-Karangrayung bermula saat banyak kendaraan roda empat tidak bisa melintas di njalan tersebut. Hal ini disebabkan karena jalan yang berlubang dan berlumpur, sehingga kendaraan akan terjebak jika melintas jalan tersebut.Selama ini warga berinisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati kendaraan roda empat. “Jika panen raya, warga menutup sendiri jalan-jalan berlubang agar truk pengangkut hasil panen bisa lewat. Kalau dibiarkan gak bakalan bisa lewat,” aku warsito.

Sulasih(55), menuturkan jika jalan tersebut merupakan jalur utama warga desa jika hendak ke Puskesmas dan sekolah. “Kalau musim hujan gini kasihan ibu-ibu hamil yang akan melahirkan di Puskesmas. Jalannya parah banget, padahal sejumlah desa di Kecamatan Penawangan pasti ke Puskesmas untuk melahirkan,” tuturnya. (IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel