Jadi TKW Lebih menjanjikan,TKW di Grobogan Meningkat

GROBOGAN – Himpitan ekonomi menjadi alasan sebagian besar warga Grobogan yang ingin merubah masa depan dengan mengadu nasib menjadi Tenaga Kerja Indonesia(TKI) atau TKW di luar negeri. Meskipun berbagai masalah menimpa TKI diluar negeri, namun hal tersebut tak menyurutkan minat masyarakat Grobogan untuk mengais rejeki disana. Bisa dilihat dengan banyaknya orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi TKI.

“Meski banyak berita miris tentang TKI sering saya dengar, namun bekerja di luar negeri harus saya lakukan lantaran keadaan ekonomi keluarga sangat memprihatinkan. Saya janda beranak dua, sedangkan anak-anak semakin besar dan kebutuhannya juga semakin besar pula. Saya sudah mencoba bekerja di Purwodadi, namun tidak bisa mencukupi kebutuhan. Jadi saya nekad bekerja di luar negeri,” ujar Asih(33), warga kecamatan Toroh yang sudah pernah ke Singapura dan Hongkong ini.

Pengakuan yang sama diungkapkan Lisna(39), warga kecamatan Purwodadi, karena permasalahan ekonomi dirinya harus meninggalkan anaknya sejak berumur 2 tahun. “Alhamdulillah dari hasil sebagai pembantu rumah tangga di Jeddah bisa membeli rumah dan sedikit tanah untuk tabungan,” jelasnya.
Masih Tinggi
Sementara itu menurut Kabid Penempatan Tenaga kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto sejauh ini  minat menjadi TKI masih cukup tinggi, utamanya didominasi kaum perempuan. “Per tahun lebih 1.000 orang yang bekerja sebagai TKI yang tersebar di berbagai negara. Pada tahun 2012 dan 2013 lalu ada sekitar 2000 orang yang bekerja sebagai TKI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 orang atau sekitar 75% adalah perempuan,” jelasnya.

Kemudian pada tahun 2014 lanjut dia, tercatat ada 1.344 warga Grobogan yang kerja jadi TKI. Sedangkan tahun 2015 tercatat sejumlah 1.150 orang. “ Untuk tahun 2016 berjumlah 1.264 orang. Dengan didominasi tenaga kerja wanita sejumlah 1.118 orang,” tambah Hadi.

Dijelaskannya,sebagian besar TKI asal Grobogan memilih bekerja di sejumlah negara kawasan Asia Pasific, seperti Hongkong, Taiwan, Korea,Jepang, Malaysia dan Singapura. “Paling banyak di negara Taiwan yaitu 668 tenaga kerja, disusul Hongkong 317, Singapura 179 dan Malaysia 99,” pungkasnya. (IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel