Jalan Menuju Sendang Coyo Rusak Parah


GROBOGAN – Sendang Coyo yang dikenal sebagai salah satu obyek wisata di Grobogan kini mulai ditinggalkan pengunjung.Meski akurasi angkanya tidak ada, namun indikasi penurunan pengunjung itu dilontarkan banyak pihak. Turunnya pengunjung sendang alami berusia ratusan tahun yang ada di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Gundih tersebut disebabkan banyak faktor. Sebab utamanya adalah kondisi jalan menuju lokasi wisata alam itu.
Jarak objek wisata alam itu dari Kota Purwodadi sekitar 40 km. Untuk menuju lokasi, dari Purwodadi melewati jalan Danyang-Kuwu hingga sampai pertigaan Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon. Dari pertigaan ini, masih menempuh perjalanan sekitar 10 km ke arah selatan.Dari pertigaan itu, melewati wilayah Desa Jatiharjo dan dilanjutkan masuk kawasan hutan Perhutani KPH Gundih.
Jalan menuju arah Sendang Coyo, sebagian besar kondisinya rusak parah. Memang ada sebagian yang sudah dicor beton. Rusaknya kondisi jalan menyebabkan perjalanan menuju Sendang Coyo harus ditempuh cukup lama, terutama bagi kendaraan roda empat.“Selama ini, kondisi jalan masuk menuju ke Sendang Coyo selalu jadi keluhan. Ini, salah satu kendala yang menyebabkan orang mulai enggan berkunjung kesini,” kata Sekretaris Desa Mlowokarangtalun Wahyu Hudiyono.
Dia berharap, ruas jalan dari itu diperbaiki hingga wilayah Desa Randurejo yang posisinya di selatan Desa Mlowokarangtalun. Sebab, posisi Desa Randurejo itu berbatasan dengan wilayah Sragen. Jika ruas jalannya bagus maka pengunjung dari Sragen dan sekitarnya bisa tertarik datang ke Sendang Coyo.
Kepala Desa Panunggalan Muslikin Amna mengatakan usulan pembangunan jalan tersebut telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini belum mendapat penanganan dari pihak dinas."Selain jalan depan makam kerusakan parah di Km 01 Dusun Suko, Panunggalan, jalan menuju wana wisata tersebut bercampur lumpur, sayangnya belum menjadi prioritas pembangunan," terangnya.

Akibat kerusakan jalan tersebut transportasi kendaraan berat tak bisa beroperasi. " Dalam keadaan kosong sopir masih bisa namun untuk mengangkut muatan saya rasa harus pikir dua kali," jelas Muslikin saat ditemui wartawan di kantor balaidesa Panunggalan baru-baru ini.

Warga berharap, kerusakan jalan tersebut segera mendapatkan penanganan agar transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat kembali lancar.(IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel