Bus Rombongan Aksi 112 Ditilang


GROBOGAN - Ratusan calon peserta aksi 112 terlibat keributan dengan polisi di Grobogan, Jawa Tengah, tadi sore(10/2). Mereka tidak terima saat bus pembawa rombongan hendak dikandangkan karena surat-suratnya tidak lengkap.

Kasat lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa dikerumuni rombongan dari Surabaya dan Bojonegoro yang hendak berangkat menuju Jakarta, bergabung dalam aksi 112 besok pagi. Mereka tidak terima saat polisi bersama Dinas perhubungan hendak mengandangkan tiga bus pembawa rombongan karena tidak membawa surat-surat kelengkapan.  Satu bus hanya membawa  fotokopi STNK dan surat KIR yang telah habis masa berlakunya. Sedangkan dua bus lainnya tidak membawa stnk, ijin trayek dan surat KIR. “Sesuai dengan aturan, pelanggaran tersebut harus ditindak tegas dengan cara mengkandangkan bus yang melanggar.  Karena hendak dikandangkan, para penumpang langsung marah. Mereka tidak terima jika bus dikandangkan/ karena bisa menghambat perjalanan mereka menuju jakarta,” jelas AKP  Panji.

Wawan, ketua rombongan dari Surabaya mengatakan jika perjalanannya ke Jakarta terhambat. Wawan mengaku akan mengikuti aksi  yang dimulai subuh. “Tadi di Bojonegoro juga dioperasi, namun diperbolehkan jalan. Tujuan kita untuk mendoakan bangsa. Kami berharap agar kami diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke jakarta,” tuturnya.

Emosi calon peserta aksi 112 mereda setelah Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning datang ke Bundaran Getas, tempat berlangsungnya razia lalu lintas. Setelah melalui perdebatan panjang, Kapolres akhirnya mengijinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang sebenarnya harus dikandangkan.  Kapolres memberi ijin, setelah sebelumnya menghimbau supaya mereka melakukan aksi dengan tertib dan damai. “Ini merupakan operasi rutin untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ada 5 bus yang beriringan, setelah dilakukan pemeriksaan ada 3 bus yang surat kelengkapannya tidak lengkap. Para penumpang yang ikut turun ternyata rombongan dari Jawa Timur yang akan ikut aksi di Jakarta. Karena kegiatannya positif, maka bus kita berangkatkan,namun bus tetap kita tilang” jelas Kapolres.

Abu Tholib, salah satu peserta dari Bojonegoro mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Grobogan karena telah diberi ijin untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. (IYA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel