Jalan Propinsi Segera Dibeton

GROBOGAN – Target Jawa Tengah bebas lubang yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ditindak lanjuti  BPT Bina Marga Jawa tengah Wilayah Purwodadi yang terus mengebut penutupan lubang jalan di ruas Purwodadi-Blora, kemarin. Penutupan lubang dilakukan seiring rusaknya ruas jalan ini akibat hujan yang terus mengguyur dan tonase kendaraan yang melintas cukup besar.s

Dari pantauan Grobogan Today di lapangan, tim dari BPT Bina Marga Jawa itengah Wilayah Purwodadi sedang memperbaiki di titik lingkar Getasrejo. Satu truk berisi aspal terlihat terparkir di dekat jalan yang akan ditambal. “Untuk jalan yang berlubang cukup parah seperti ini, terlebih dahulu kita lakukan pengerukan material. Kemudian baru kita tutup dengan aspal yang baru,” jelas Siswanto, koordinator perbaikan jalan.

Siswanto menuturkan, saat ini pihaknya akan melakukan penambalan selama kurun waktu tiga hari, melihat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. “Untuk awal kita lakukan penambalan selama tiga hari. Titik mana saja yang perlu ditambal kita datangi,” tuturnya.

Terpisah, Barkah, Kepala BPT Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi mengatakan, saat ini titik jalan yang akan dibeton sudah selesai teken kontrak 24 Februari, kemarin. “Saat ini kita tutup lubang dulu sebelum proyek betonisasi dilakukan. Bulan ini para kontraktor sudah mulai melakukan pengukuran jalan yang akan dibeton.Kalu cuaca mendukung, pembetonan akan segera dilakukan akhir Maret ini,” jelasnya.

Sementara itu,Binamarga Jawa Tengah menganggarkan dana sekitar 48 M untuk perbaikan jalan propinsi di 6 titik di Kabupaten Grobogan. Perbaikan dengan rigid beton akan dilakukan sepanjang 7 km, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sepanjang 26 Kilometer dengan ruas Purwodadi-Wirosari sepanjang 1 km, ruas Wirosari-Kunduran  sepanjang 1 km, Wirosari-Sulur-Singget sepanjang 2 km,Kuwu-Galih sepanjang 1 km, Purwodadi-Geyer sepanjang 1 km dan Tegowanu-Tanggungharjo sepanjang 1 km . Saat ini proses lelang masih berlangsung. Setelah selesai akan dilakukan pengerjaan rigid beton dan yang lainnya. “Saat ini kita fokus ke lokasi jalan yang betul-betul rusak. Untuk jalan alternatif hanya akan dilakukan pemeliharaan rutin saja,” jelas Barkah.(iya)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel