Sebulan Ditempati, Atap Tenda PKL Alun-alun Robek


GROBOGAN -Untuk kesekian kalinya, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar mendapat sorotan warga. Kali ini, sorotan ditujukan pada kualitas pengerjaannya.Sorotan itu dilontarkan terkait sudah robeknya atap tenda yang baru dipakai  berjualan PKL alun-alun sejak 11 Februari lalu.
Aris, pedagang PKL yanag atap tempatnya ia berjualan mengaku, robeknya tenda terjadi secara tiba-tiba tanpa ada sebab musabab yang jelas. “Tenda mulai sobek malam Jumat kemarin(16/3). Padahal tidak ada angin atau hujan, tapi kok sobek,” terangnya.
Sobeknya atap tenda yang tepat diatas lapaknya membuat Aris kelimpungan saat hujan turun. Apalagi saat ini hujan sering kali turun sepanjang waktu. Dia terpaksa menutup dagangannya lebih awal jika hujan turun. “Kalau hujan kan gak bisa jualan. Mau bagaimana lagi. Namun saya sudah lapor kepada Ketua paguyuban,” keluhnya.
Adi Sucipto, Ketua Asosiasi pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan saat dimintai konfirmasi perihal sobeknya tenda mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. “Saya tadi sempat ngecek lokasi untuk jualan rekan-rekan. Ternyata ada atap tenda yang sudah robek,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto.
Pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu menyatakan cukup kaget adanya atap tenda yang robek, padahal baru dipakai.  “Saya tidak tahu, robeknya atap ini ada hubungannya dengan angin kencang tadi atau memang sudah rusak sebelumnya. Soalnya, saya juga baru kali ini lihat dari dekat lokasi jualan PKL ini,” katanya.
Yanto berharap supaya robeknya atap tenda segera ditangani. Sebab, robeknya atap akan mengganggu pedagang yang akan jualan di bawahnya. Soalnya, jika hujan air langsung masuk ke lokasi jualan.”Saya sendiri bingung harus lapor kemana. Pihak kontraktor atau siapa,” tutrurnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel