Museum Lokal Grobogan Kesepian Tanpa Pengunjung


GROBOGAN - Museum agaknya masih menjadi pilihan paling buncit masyarakat Grobogan, khususnya kaum muda, untuk mengisi liburan. Hal itu lantaran museum masih dianggap hanya bangunan tua tempat menyimpan barang-barang yang juga sudah tua. Siapa peduli?
Dari pantauan Grobogan Today  di lapangan, museum lokal yang terletak di jalan Pemuda 35 Purwodadi ini sepi pengunjung. Walaupun buka setiap hari Senin sampai Kamis, museum yang menyimpan ratusan benda bersejarah yang ditemukan di Kabupaten Grobogan ini selalu sepi pengunjung. “Yang datang kesini paling anak-anak sekolah dekat sini saja. Atau orang tua siswa yang menjemput anaknya pulang. Kadang juga gak ada pengunjungnya,” jelas Bambang Joko, pegawai museum.
Ia menuturkan, koleksi museum lokal Grobogan ada ratusan buah, mulai dari arca, artefak, fosil hingga meriam di jaman perjuangan ada disini. Setiap hari dirinya bertugas membersihkan  museum serta melayani pengunjung yang datang. “Kalau dilihat nilai sejarahnya, memang luar biasa. Namun minat anak muda untuk berkunjung kesini sangat minim,” jelasnya.
Terpisah, Edi, warga kecamatan Geyer saat ditanya mengenai keberadaan museum lokal Grobogan, mengaku tidak tahu jika di Purwodadi ada museum. Menurutnya, kurangnya promosi membuat keberadaannya tidak diketahui khalayak. “Malah saya baru dengar kalau di Purwodadi ada museum,” jelasnya.
Dia berharap agar promosi digencarkan agar masyarakat Grobogan tahu banyak tentang peninggalan bersejarah di daerahnya.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan, Marwoto, saat dimintai keterangan tentang sepinya museum menjelaskan jika minat warga untuk berkunjung ke museum sangat kurang, mereka lebih tertarik dengan wisata alam yang jauh lebih menarik. “Kami sudah berusaha memberikan surat kepada sekolah-sekolah di sekitar Purwodadi untuk berkunjung. Ada beberapa dari mereka juga sudah berkunjung,” jelasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel