Pedak, Kampung Tempe yang Menjanjikan


BRATI- Tempe yang merupakan salah satu produk pengembangan hasil pertanian komoditas kedelai memiliki andil juga dalam meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya di Kabupaten Grobogan. usaha tempe terbukti mampu membawa dampak bagi kesejahteraan masyarakat, sehingga terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara petani biasa dengan pengrajin tempe. Perbedaan tersebut dapat terlihat jelas dari kepemilikikan investasi berupa rumah yang lebih baik dan kehidupan yang terlihat lebih sejahtera.

Dusun Pedak, Desa Menduran, Kecamatan Brati merupakan salah satu sentra produksi tempe yang cukup terkenal di Grobogan.  Hampir semua keluarga memiliki usaha pengolahan makanan yang merupakan salah satu makanan favorit rakyat Indonesia ini. “Hampir semua warga sini usaha produksi tempe. Lebih dari 20 orang menggeluti usaha pembuatan tempe,” tutur  Roni, salah satu pengrajin tempe.

Para pengrajin tempe tersebut  masih tetap eksis melakukan usahanya meskipun harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe mengalami kenaikan. Bahkan ketika pengrajin tempe didaerah lain banyak yang gulung tikar karena mahalnya kedelai justru mereka tetap mampu memenuhi permintaan konsumen dengan harga yang tetap. Beberapa pengrajin menanggapinya dengan mengubah ukuran tempe sedangkan yang lain mengubah harga tempe mereka, bahkan ada juga yang mencampurnya menggunakan bahan tambahan alternatif. “Ini kan mata pencaharian kami, jadi bagaimana caranya agar tetap berjalan,” tutur Kasanah, pengrajin tempe yang lain.

Semangat yang telah dimilikinya pengrajin tempe di Kabupaten Grobogan terbukti menjadikan mereka mampu menguasai pasar sampai di kabupaten/kota sekitarnya seperti Pati, Demak, Semarang, Kudus, Blora, Sragen, dan Solo. Bahkan tempe Grobogan pernah populer di kalangan masyarakat luar kota karena rasa yang enak dan tahan lama. “Alhamdulillah pelanggannya tidak hanya di Grobogan saja, sampai luar kota,” ujar Puji Handayani, pengrajin tempe yang mempekerjakan belasan orang ini.

Dengan adanya usaha produksi tempe disini, lapangan pekerjaan sangat terbuka lebar. Sehingga warga kampung tersebut lebih banyak bekerja di kampung daripada keluar kota. “Kalau kerja disini kan bisa dekat dengan keluarga. Walaupun upahnya tak seberapa,” ujar Wiwin, salah seorang pekerja.

Keuletan yang dimiliki para pengrajin tempe di  Dusun Pedak membuatnya mampu bertahan dan  menguasai pasar di kota sekitarnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel