Akan Ada Patung Diponegoro di Bundaran Getasrejo


PURWODADI- Untuk mewujudkan slogan Grobogan Bersemi, pemkab Grobogan  melalui Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pembenahan. Salah satunya yakni mempercantik taman Bundaran Getas, Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan. Nilai edukasi dan sejarah lebih dikedepankan dalam mempercantik Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terletak di pintu masuk Kota Purwodadi sebelah utara ini. Demikian diungkapkan Plt DLH Grobogan Ir Ahmadi Widodo melalui Kabid Tata Lingkungan, Ir Tri Retno Indriati, saat ditemui di ruang kerjanya , kemarin.

Saat ini, keberadaan RTH yang bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan nasionalisme masih sangat minim. Hal itu yang membuat pemerintah kabupaten (pemkab) melakukan langkah  merubah wajah kota melalui taman bundaran maupun beberapa taman batas kota yang lain. “Saat ini, RTH di Grobogan masih sangat minim, hanya 12,7 persen saja. Sedangkan ketentuan RTH seharusnya 30 persen, dimana 20 persen untuk RTH publik, dan 10 persen untuk RTH perumahan,” paparnya.

Sebelumnya, pihak DLH hanya mengusulkan pengembangan taman bundaran Getas. Namun, karena melihat daerah lain yang mengaplikasikan berbagai patung pahlawan yang didirikan di setiap sudut taman kota, sebagai pengenalan sejarah bagi warganya. Maka pihak DLH mencoba mengadopsinya. “Maka, tahun ini mulai ada pengembangan Taman Bundaran Getas senilai Rp 200 juta yang digunakan untuk landscape dan taman, serta Rp 200 juta untuk pembuatan patung dan tata lampu,” terangnya.

Pemilihan Taman Bundaran Getas untuk dilakukan renovasi karena merupakan pintu masuk ke Kota Purwodadi dari Kabupaten Pati, Kudus maupun Blora. Selain itu, taman yang diklaim berdiri setelah kemerdekaan ini sudah lama tidak direhab. “Memang sempat dilakukan rehab sekali, itupun sudah lama dan hanya rehab bagian pagar keliling taman. Serta tanaman hanya diberi beberapa saja,” tambahnya.

Pemilihan patung Pahlawan Diponegoro untuk mengisi Taman Bundaran Getas dengan pertimbangan merupakan  salah satu maskot pahlawan yang mudah diingat, yakni penampilannya dengan sorban dan menunggangi kudanya. “ Sebelumnya patung yang berdiri hanyalah patung pahlawan-pahlawanan. Namun tidak mewujudkan salah satu sosok pahlawan perjuangan nasional. Maka setelah dilakukan pengembangan akan dibangun patung pahlawan Diponegoro,” tuturnya.

Keberadaan patung Pangeran Diponegoro diharapkan bisa menambah wawasan anak-anak untuk dapat mengenal sejarah melalui pahlawan nasional. “Dengan melihat patung pahlawan berkuda, pasti anak-anak akan tahu kalau itu Pangeran Diponegoro,” katanya.

Selain taman kota, tahun depan juga akan ada anggaran senilai Rp 400 juta untuk membuat taman batas kota. Anggaran tersebut akan dipakai untuk pembuatan minimal dua taman batas kota.“Titiknya belum ditentukan, namun salah satu yang pasti akan dibuat yakni di perbatasan Grobogan dengan Sragen. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel