Belum Ada Sanksi Tegas Terhadap Penebangan Pohon Turus Jalan


PURWODADI- Penghijaun di sepanjang jalan kabupaten saat ini sangat dibutuhkan. Selain sebagai peneduh, pohon di turus jalan berfungsi untuk mengurangi polusi udara. Namun saat ini, keberadaan pohon di turus jalan banyak berkurang. Mulai dari faktor alam hingga faktor manusia menjadi salah satu penyebab berkurangnya pohon di turus jalan. Demikian diungkapkan Sutrisno, Ketua Koalisi Hijau Indonesia Kabupaten Grobogan dalam  diskusi membahas pengelolaan tanaman turus jalan di joglo Taman Hijau Kota Purwodadi, kemarin.

“Penghijauan harus segera dilakukan. Penebangan liar di beberapa titik jalan saat ini belum ada penindakan tegas dari dinas terkait. Padahal ini jelas melanggar peraturan,” jelasnya.

Rodjikun, Kasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Dinas PUPR Grobogan yang turut hadir dalam acara mengatakan, saat  ini ada 6300 pohon, baik besar maupun kecil berada di sepanjang jalan kabupaten. Namun saat ini banyak berkurang akibat faktor manusia dan faktor alam. “Saya sangat merespon baik kegiatan ini. Memang jumlah pohon di turus jalan berkurang banyak. Ini disebabkan karena kesadaran masyarakat yang kurang. Ada yang buat tempat usaha, tempat tinggal dan beberapa alasan yang lain,” jelasnya.

Rodjikun menambahkan, karena nilai jual yang cukup tinggi, pihak yang tidak bertanggungjawab dengan seenaknya menebang pohon turus jalan. “Memang ada laporan ada penebangan pohon di Desa Ngraji dan jalan MH Thamrin Purwodadi. Makanya perlu ada perda yang melindungi ini,” tambahnya.

Tahar, pemerhati lingkungan, mendesak untuk segera ada peraturan yang jelas tentang regulasi penghijauan di turus jalan. Adanya sanksi yang tegas dan pola pengawasan diharapkan mampu menjaga keberadaan pohon di turus jalan. “Siapa yang nanam. Kalau ditebang sanksinya apa. Semuanya harus diatur jelas,” jelasnya.

Ia berharap, penggalakan penghijauan di turus jalan kabupaten bisa meningkatkan PAD daerah. “Tanaman diturus jalan umumnya tanaman keras yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Jika ini bisa lebih dimaksimalkan, maka akan mampu menaikkan PAD kabupaten,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel