Sopir Mengantuk, Pick Up Tabrak Pohon

RINGSEK: Mobil mengalami ringsek setelah menabrak pohon di jalan Purwodadi-Blora, di depan gudang pupuk, tepatnya di Desa Mayahan,Kecamatan Tawangharjo, Selasa (26/9), pick up mengalami kerusakan di sisi depan.
TAWANGHARJO- Diduga mengantuk, sebuah mobil pick up dengan muatan mesin pengiris tembakau mengalami laka lantas tunggal  di jalan Purwodadi-Blora, di depan gudang pupuk, tepatnya di Desa Mayahan,Kecamatan Tawangharjo, kemarin(26/9) sekitar pukul12.15 WIB. Mobil menabrak sebuah pohon di pinggir jalan yang mengakibatkan bodi depan mobil rusak cukup parah. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun kernet mengalami luka-luka di dahi sehingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun  Grobogan Today, kecelakaan ini terjadi saat lalu lintas sedang sepi. Kebetulan, saat kejadian sedang turun hujan deras. Menurut penuturan Nasrudin, salah seorang warga yang melihat langsung kejadian,  tiba-tiba mobil oleng ke kiri dan melewati bahu jalan. Selanjutnya mobil berplat nomor  N 9482 YB ini menabrak sebuah pohon tepat di depan gudang tempat ia bekerja. “Kebetulan tadi saya pas istirahat. Pas keluar, nengok ke utara mobil meluncur dengan kencang menabrak pohon,” tuturnya.

Lantas ia bersama teman-temannya berlarian untuk menolong korban. “Korban tadi mengalami luka di dahinya. Dia duduk di sebelah kiri, kemungkinan kernetnya,” tambahnya.
Korban langsung dibawa ke Puskesmas tawangharjo untuk mendapatkan perawatan. Korban diketahui bernama Asep(25), warga lumajang, mengalami luka di dahi dan mata sebelah kiri kemasukan pecahan kaca. Sedangkan sopir, Pendi(30) , warga Lumajang, hanya mengalami luka di kaki karena kena pecahan kaca.

Menurut penuturan Pendi, ia mengaku mengantuk saat mengendarai kendaraannya. Ia tahu, tiba-tiba mobilnya sudah terperosok di bahu jalan dan menabrak pohon. “Ya, saya mengantuk tadi. Rencana mau mengantar mesin pengiris tembakau ke Purwodadi, malah kecelakaan,” tuturnya.
Asep, menuturkan, tiba-tiba ia terbangun saat kendaraan sudah menabrak pohon. “Tadi saya tidur. Saat bangun sudah seperti ini,” akunya.

Ipda Affandi, Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan menuturkan, kecelakaan tunggal ini akibat sopir yang mengantuk. Ia mengimbau  setiap pengguna kendaraan agar tidak memaksakan diri di jalan raya. Jika merasa mengantuk, sebaiknya beristirahat dahulu. “Kalau memaksakan berkendara begini akibatnya. Bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel