Jembatan Gantung di Lokasi Pengantar Jenasah Yang Hanyut Mulai Dibangun


GROBOGAN – Masih ingat prosesi penyeberangan jenasah melintasi sungai Lusi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan beberapa waktu yang lalu yang menelan korban?  Dalam waktu dekat, prosesi ini tak akan  terjadi lagi. Pasalnya, saat ini sudah dimulai pembangungan jembatan gantung di lokasi tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono saat ditemui wartawan, kemarin.

 ”Untuk pembangunan jembatan saat ini sudah dimulai. Jembatan yang berada di Desa Tanjungsari baru tahap awal, yakni  membuat pondasi untuk tiang pancang jembatan pada kedua sisi sungai,” jelasnya.

Setelah ramai di pemberitaan tentang hanyutnya seorang pengantar jenasah, usulan pembangunan jembatan gantung  mencuat. Peristiwa orang hanyut saat mengantar jenazah pada Rabu (8/2/2017) lalu cukup menggegerkan. Saat itu, warga yang ikut mengantar jenasah hanyut terseret arus Sungai Lusi di Dusun Ndoro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan. Korban diketahui bernama Jumeno (28) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari yang saat itu sedang melayat kerabat dari istrinya. ”Memang kejadian itu cukup membuat geger.  Setelah peristiwa orang hanyut beberapa bulan lalu, kami  langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan lapangan. Karena cukup layak, maka  pembangunan jembatan gantung ini kita laksanakan dengan bantuan dana dari Kementrian PUPR. Selain akses ke pemakaman, jembatan gantung nanti juga bisa terhubung dengan wilayah Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari,” terang Subiyono.

Tak hanya di DesaTanjungsari saja, pembangunan jembatan gantung juga dilakukan di Desa Mangunrejo, Kecamatan Pulokulon. Kedua jembatan gantung itu ukurannya hampir sama, yakni panjang 70 meter dan lebarnya 1,8 meter. Alokasi dana untuk pembangunan masing-masing jembatan nilainya sekitar Rp 5 miliar, yang berasal dari Kementrian PUPR.” Untuk pembangunan kedua jembatan, ditarget rampung dalam waktu 120 hari,” pungkasnya.
Ida, salah seorang warga Desa Mangunrejo menuturkan, dirinya mengaku sangat senang dengan dibangunnya jembatan penghubung dsanya dengan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Warga yang biasanya harus memutar belasan kilometer, sebentar lagi tidak membutuhkan waktu lama.”Biasanya memang harus muter lewat Panunggalan, Kropak baru sampai Wirosari. Saat ini Cuma kelihatan di depan mata,” akunya bahagia. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel