Bupati Grobogan Lihat Langsung Kondisi Sekolah Nyaris Roboh


GROBOGAN- Ingin tahu kondisi riil di lapangan, Bupati Grobogan, Sri Sumarni turun ke lapangan melihat kondisi gedung Sekolah Dasar di sejumlah tempat. Ia tak mau hanya tahu berdasarkan laporan saja. Bupati wanita pertama Grobogan ini mengaku jika banyak yang ia baca tak sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Maka saya minta pendataan langsung, turun ke  bawah. Supaya data tidak di mark up,” katanya di sela-sela kunjungan.

Saat sampai di SD Negeri Sembungharjo 5, Sri Sumarni sempat kaget. Ia mulai melihat kondisi bangunan yang nyaris roboh yang pertama kali dibangun tahun 80an ini. Gedung sekolah dengan dinding separuh bata dan separuhnya lagi dinding kayu ini sudah tidak layak. Banyak sekali dijumpai lubang-lubang yang menganga, belum lagi plafon yang sudah berlubang, lantai yang mengelupas hingga genting yang sudah tidak genap lagi.

Sri Sumarni menyempatkan diri masuk ke ruang kelas. Ia bertambah kaget saat melihat ruang kelas ini dibagi dua ruangan dengan sekat dinding kayu setengah badan. Ruangan yang digunakan dua kelas, yakni kelas 3 dan 4 ini pun saat ini hanya diisi oleh satu orang guru pengajar. Ia tak percaya, dua kelas hanya diisi seorang guru pengajar.“Benar ibu mengajar dua kelas? Sudah PNS atau masih wiyata?” tanyanya kepada guru kelas.

Seperti seorang guru, Sri Sumarni memberi pertanyaan kepada beberapa siswa. Para murid dengan senang menjawab semua pertanyaan yang diberikan, mulai dari menghafal sila Pancasila hingga menyanyikan lagu kebangsaan. “Walaupun dengan kondisi gedung yang begini. Mereka sangat semangat untuk belajar,” tuturnya kepada Grobogan Today.

Sri Sumarni menambahkan, pihaknya telah menganggarkan pembangunan SD N Sembungharjo 5 pada anggaran 2018. Ia berharap semua pihak ikut mengawal. “Kalau tidak direalisasi, silakan hubungi saya nanti,” tegasnya.

Dari pendataan terbaru yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan, masih ada 219 ruang kelas yang rusak parah. Dari jumlah ini, sebagian sudah dapat alokasi perbaikan pada tahun 2018. Sisanya sebanyak 147 ruang kelas rusak belum mendapatkan alokasi anggaran. Ruang kelas rusak parah sebanyak ini tersebar di 50 SD. Ia berjanji akan segera menuntaskan masalah gedung SD yang kondisinya rusak parah..“Pembangunan gedung SD yang rusak akan kita prioritaskan. Semoga tahun depan bisa tuntas. Kalau tidak selesai tahun 2018  ya tahun 2019. Paling tidak selesai masa jabatan saya semua tuntas,” tegasnya.(iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel