Pengembangan Taman Kota Purwodadi Terus Dilakukan


PURWODADI- Pengembangan Taman Hijau Kota Purwodadi terus dilakukan. Setelah lahan seluas 2,4 hektare telah terbangun, kini telah dilakukan pematangan lahan dan pemasangan paving untuk lokasi tempat parkir. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Ahmadi Widodo melalui Tri Retno Indriati, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan. “Setelah taman hijau terbangun , saat ini kita terus melakukan pengembangan. Untuk tahun ini kita buat tempat parkir,” jelasnya kepada Grobogan Today .

Untuk pengerjaan ini, dilakukan oleh  CV Dimensi Cipta Gemilang setelah memenangkan lelang.  Dengan menggunakan anggaran APBD senilai Rp 1,1 Miliar, proyek pengembangan taman hijau telah berjalan seminggu terakhir ini. “Untuk pematangan lahan seluas 9000 meter persegi ini, untuk pengurukan membutuhkan dana sebesar 600 juta. Sedangkan untuk pembangunan tempat parkir kita anggarkan 500 juta,” katanya.


Indri menambahkan, pengembangan akan terus dilakukan mengingat sudah dibuatnya  DED pengembangan taman hijau. Salah satu dengan  akan dibangunnya pusat kuliner taman kota. Pihaknya telah mengajukan anggaran ke Kementrian Koperasi untuk mewujudkannya. “Saat ini sudah diajukan ke kementrian. Semoga bisa cair. Sehingga tahun depan sudah mulai pembangunan,” imbuhnya.

Pusat kuliner taman kota rencananya akan diisi pedagang kaki lima dari kawasan R.Soeprapto. Nantinya, relokasi pkl ini akan dilakukan serempak dengan relokasi pusat kuliner eks koplak  dokar. “Untuk pendataan pedagang kaki lima telah dilakukan oleh Disperindag. Kita saling koordinasi saja,” jelasnya.

Selain itu, rencana ke depan akan ada konsep penyambungan antara Simpang Lima Purwodadi dengan Taman Hijau Kota Purwodadi. Tentunya akan dibuat secara bertahap. Walaupun saat ini DED sudah ada,” paparnya.

Gencarnya penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh pemkab dikarena masih kurangnya RTH di Kabupaten Grobogan. Selama ini baru adanya seluas 12,8 persen RTH publik. Sedangkan minimal membutuhkan 20 persen RTH dari luas perkotaan.“Maka itu kami melakukan peluasan RTH secara bertahap dan dari bawah. Yakni dari tingkat perumahan atau desa, kemudian kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Untuk perumahan yang sudah minim lahan, kami menyarankan membuat rooftop garden sehingga mereka harus membuat atap rumah yang bisa ditanami tanaman,” pungkasnya. (iya)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel