-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Pedagang Bakso di Grobogan Tak Terpengaruh Wabah PMK, Masih Laris Manis

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Pedagang Bakso di Grobogan Tak Terpengaruh Wabah PMK, Masih Laris Manis

Halal bihalal  Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Kabupaten Grobogan. 

GROBOGANTODAY - Pedagang bakso di Kabupaten Grobogan tidak terpengaruh adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang akhir-akhir ini merebak di beberapa daerah di Indonesia. 


Hal tersebut diungkapkan Adi Sucipto seorang pedagang bakso yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pedang Mie dan Bakso Kabupaten Grobogan saat acara halal bihalal Apmiso di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Rabu(25/5/2022). Ia mengaku dagangannya masih laku diserbu pembeli.


"Pelanggan gak ada yang takut, masih aman dagangan ramai. Alhamdullilah laris gitu," kata pria yang akrab dipanggil Yanto. 


Ia malah mengkhawatirkan kelancaran pasokan daging sapi setelah merebaknya penyakit PMK. Mengenai harga daging sendiri, ia menjelaskan masih berkisar Rp125 ribu per kilogran. 


"Sebelumnya sekitar Rp 115ribu - Rp 120 Ribu. Ini sudah mulai naik, tertinggi se-Jawa Tengah," katanya.


Yanto menjelaskan, saat ini Asosiasi Pedang Mie dan Bakso yang ia ketuai sudah beranggotakan sekitar 70 Anggota. Walaupun masih seumur jagung, namun organisasi telah membantu pemerintah, yakni dengan taat membayar pajak. 


"Untuk halal bihalal kali ini ada kegiatan bakti sosial. Yaitu donor darah dan santunan anak yatim, " ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Polres Grobogan melalui Humas mensosialisakan pengendalian Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 


Kasubsi Penmas Aiptu Teddy mengatakan, untuk mengendalikan PMK yakni dengan mengedukasi melalui sosialisasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan penyakit itu sendiri.


Disampaikan pula tentang hewan ternak yang dapat tertular, ciri – ciri hewan ternak terjangkit penyakit PMK pada hewan ternak, serta pencegahan dan upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menanggulangi wabah ini.


“Jangan panik, Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada hewan yang kini tengah merebak di beberapa daerah tidak menular ke manusia atau zoonosis,” kata Aiptu Teddy.


Menurutnya, tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar.


Ia juga mengimbau pada undangan yang hadir, apabila tetangga atau saudaranya yang memiliki hewan ternak terindikasi penyakit PMK segera melaporkan kepada Puskeswan atau Bhabinkamtibmas setempat untuk segera ditangani agar tidak menyebar ke hewan lainnya.


“Jangan sampai ada kejadian diam-diam. Segera laporkan dokter hewan setempat jika curiga terindikasi sakit, untuk memeriksa dan melakukan penanganan memastikan hewan tersebut sakit atau tidak,” kata Aiptu Teddy.


Tak lupa ia mengimbau pada seluruh undangan yang hadir untuk mewaspadai berita hoax yang membuat resah masyarakat.


“Cek dan ricek apabila menjumpai adanya postingan atau informasi yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Aiptu Teddy.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post