Menunjang Sistem Rujukan,Dinkes Aktifkan Call Center


GROBOGAN-Kesehatan merupakan sebuah nikmat terbesar yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap insan. Kesehatan adalah elemen terpenting dalam kehidupan. Kesehatan merupakan kebutuhan sejak janin terbentuk di dalam kandungan, hingga masa lanjut usia (Lansia) menjelang. Kesehatan juga merupakan investasi, sebuah aset yang bernilai tinggi, sehingga tidak ada satuan harga yang mampu membeli. Setiap orang berhak atas kesehatan, namun juga berkewajiban untuk berperilaku sehat guna mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan.
Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan di halaman kantor Dinkes,dipimpin oleh Setda Grobogan Sugiyanto,Sabtu(12/11).Ini merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk berfokus membangun diri, keluarga, masyarakat dan negara, khususnya di bidang pembangunan kesehatan.
Pada peringatan HKN ke-52 kali ini masih mengusung tema “Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”. Tema ini harus dimaknai secara luas, seiring dengan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).
Dalam sambutannya,Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K),yang dibacakan Setda Grobogan,Sugiyanto, mengingatkan bahwa kesehatan merupakan harta paling berharga yang harus kita jaga dan pelihara dengan berperilaku hidup sehat dan berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional (JKN). Seringkali masyarakat baru menyadari arti penting kesehatan saat penyakit datang mengancam.
“Ayo hidup sehat. 1) Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari; 2) Konsumsi sayur dan buah setiap hari; 3) Makanlah makanan yang bergizi seimbang; 4) Jagalah kebersihan lingkungan, serta 5) Cek kesehatan secara rutin mengontrol tekanan darah, gula darah, serta kolesterol yang ada di tubuh kita”, pesan Menkes dalam sambutannya.
Tatkala kita memiliki sebuah harta yang sangat berharga, tentunya kita akan akan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga, memeliharanya agar tidak rusak dimakan usia, serta tidak lantas membiarkan begitu saja tatkala ada jaminan perlindungan yang ditawarkan. Sebuah analogi sederhana untuk kita resapi bersama. Peringatan HKN menjadi sebuah refleksi tentang apa saja upaya yang telah kita lakukan dalam menjaga kesehatan, terutama dalam menerapkan lebih banyak pendekatan promotif dan preventif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif dalam keseharian kita.
“Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-52 Tahun 2016. Bangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan sehingga tercapai Indonesia yang kuat,”pungkasnya.
Dalam kesempatan ini,Dinas kesehatan Grobogan melaunching Call center yang menunjang sistem rujukan.”Tujuannya adalah agar pasien yang dirujuk dari bidan desa dan puskesmas cepat tertangani.Sehingga akan mudah tertangani dan memperoleh kepastian perawatan.Seumpama rumah sakit penuh,bisa kita beri solusi dengan cepat rumah sakit mana yang bisa menangani pasien rujukan tersebut,” jelas Djaohari Angkasa,Kadinas Kesehatan Grobogan disela-sela peresmian Call center.(ire)a

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

alt gambar

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel